Hukum dan Kriminal

Warga Semarang Meninggal Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Korban Dijemput 3 Orang di Rumah Tanpa Surat

Darso, warga, Gilisari, Kecamatan Mijen, Semarang, meninggal dunia setelah dianiaya oleh polisi. Korban dijemput di rumah tanpa surat penangkapan.

Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Iwan Arifianto
Poniyem melaporkan polisi dari anggota satuan lalu lintas Polresta Yogyakarta Polda DIY ke Mapolda Jawa Tengah, Jumat (10/1/2025) malam. Pelaporan itu buntut dari kematian suami Poniyem, Dasro yang meninggal dunia diduga dianiaya oleh polisi. 

"Korban dirawat di ICU selama 3 hari, kemudian ruang perawatan 3 hari. Di rumah 2 hari hingga akhirnya korban meninggal dunia," paparnya.

Dia mengungkapkan, sebelum meninggal dunia korban sempat menyatakan tidak terima atas kejadian yang menimpanya.

Korban meminta keadilan karena diduga dihajar dan dipukulin oleh aparat kepolisian.

 "Sebelum meninggal, korban meminta kasus ini diproses. Kami akui sempat ada mediasi tapi gagal," ungkapnya.

Mediasi yang dimaksud oleh Antoni yakni tiga kali pertemuan yang dilakukan oleh keluarga korban.

Pertemuan itu tidak dilakukan di rumah korban melainkan di wilayah Cangkiran, Boja, Kendal. "Selama pertemuan mereka mengenakan seragam polisi," terangnya.

Antoni menyebut keluarga diberi uang Rp25 juta. Keluarga menganggap uang itu sebagai uang duka karena korban telah meninggal dunia.

Namun, uang itu sampai sekarang uang itu masih utuh belum tersentuh. bahkan, adik korban merasa tidak terima atas pemberian uang tersebut sehingga meminta uang itu dikembalikan. 

"Saya juga sempat menghubungi terduga pelaku tapi tidak ada niat baik. Mereka meminta saya ke Yogyakarta saya tolak," ujarnya.  

Sementara, pelaporan ini telah diterima Polda Jawa Tengah di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Keluarga korban berharap, kasus ini segera diproses oleh Polda Jawa Tengah.  

Terkait hal ini, belum ada konfirmasi dari Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Kombes Artanto.

Artanto tak merespon saat wartawan berusaha menghubungi melalui pesan WhatsApp (WA). (*)

Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved