Selasa, 19 Mei 2026

Suka Duka Pendiri Rumah Baca Bintang Grobogan

Lewat Rumah Baca Bintang yang dia dirikan, Yulianto tetap fokus melakukan pembinaan minat baca pada anak-anak.

Tayang:
Mazka Hauza Naufan
Yulianto (IG: @yuliantodelaveras), membacakan buku pop-up bertema hewan liar di hadapan Oliv (5) dan Inka (4) pada Kamis (13/7/2023) sore di Rumah Baca Bintang Grobogan. 

Pada akhirnya, "penglihatan" dan firasat yang didapat Yulianto tidak sepenuhnya salah. Yulianto memang "sudah tidak ada". Namun, hasrat meraih popularitasnya-lah yang sudah tidak ada. Yulianto memang sudah "selesai". Namun, ego pribadinya-lah yang sudah selesai.

Berikut kisah selengkapnya.

Kisah Berdirinya Rumah Baca Bintang

"Mau baca buku atau main?" tanya Yulianto (33) pada dua gadis kecil yang berkunjung ke perpustakaan miliknya.

Dua anak itu, Oliv (5) dan Inka (4), kompak menjawab dengan suara lantang, "Baca buku!"
 
Mengagumkan. Di sebuah desa di pelosok Grobogan yang jauh dari toko buku besar dan penerbitan, anak-anak belia lebih tertarik membaca buku ketimbang bermain.

Oliv dan Inka lantas memilih buku pop-up bertema hewan-hewan liar. Buku ini jika lembar-lembarnya dibuka akan memunculkan ilustrasi tiga dimensi berbagai hewan liar, mulai dari singa, jerapah, hingga gorila.

Mengenakan kaus putih bergambar logo Pustaka Bergerak, Yulianto membacakan buku itu di hadapan Oliv dan Inka. Sesekali dia melontarkan pertanyaan dan menirukan suara hewan yang sedang dibahas. Dua bocah itu tampak ceria. Mereka semangat menimpali kata-kata Yulianto sembari bergelak tawa.

Peristiwa yang menghangatkan hati dan menyejukkan pandangan itu terjadi di Rumah Baca Bintang, Dusun Jajar RT 3 RW 3, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Kamis (13/7/2023) sore.

Yulianto adalah pendiri sekaligus pengelola Rumah Baca Bintang. Rumah baca ini bertempat di kediaman yang ia tinggali bersama kedua orang tua.

Rumah Baca Bintang punya ribuan koleksi buku. Selain itu juga banyak boneka serta mainan edukatif. Di sini, siapa saja boleh datang untuk membaca dan bermain secara gratis. 

Tidak ada batasan usia bagi pengunjung rumah baca. Koleksi buku yang ada beragam dan meliputi berbagai kelompok usia. Namun, memang kebanyakan pengunjung yang datang ialah anak-anak di lingkungan Yulianto tinggal.

Dengan perantara boneka-boneka, Yulianto kerap membacakan buku, berdongeng, dan berdiskusi dengan anak-anak yang datang ke rumah baca. Pembawaan Yulianto yang ceria dan interaktif membuat anak-anak betah belajar dan bermain di sini, bahkan juga mereka yang belum bisa membaca.

"Inka itu belum bisa membaca. Dia kalau ke sini cari buku yang bergambar. Lalu dia ngomong sendiri, bikin cerita sendiri berdasarkan gambar yang dia lihat. Saya senang karena bagaimanapun itu memunculkan ketertarikan dia terhadap buku dan melatih imajinasi," ungkap Yulianto.

Ditanya tentang trik apa yang dia gunakan sehingga anak-anak lebih memilih membaca ketimbang bermain, Yulianto mengatakan bahwa hal itu sengaja ia latih.

"Anak-anak yang datang ke sini semua sudah paham. Mereka boleh main dengan boneka atau mainan apa pun yang ada di sini, asalkan baca buku dulu. Itu sudah jadi kebiasaan di sini," terang dia.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved