Berita Banyumas
Petugas Disnakkan Banyumas Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban, Ini yang Dilakukan
Petugas Dinas Perikanan & Peternakan (Disnakkan) merekomendasikan buang hati hewan kurban yang terjangkit cacing hati. Petugas periksa 27 sapi kurban
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Yayan Isro Roziki
"Pemotogan sudah ada juru sembelih halal, kebersihan lebih standar, dan ada pemisahan setelah sapi dipotong," imbuhnya.
Apabila dijumpai ada daging atau organ lainnya yang rusak ia sebut akan langsung dipisahkan.
"Daging sehat itu warna merah cerah. Kalau merah berair tidak udah dikonsumsi."
"Saat ini rata-rata sehat," katanya.
Kepala UPT Rumah Potong Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Doddy Purwoko menuturkan, saat ini Kabupaten Banyumas mempunyai enam rumah potong hewan aktif yang tersebar di Tambaksari, Ajibarang, Sokaraja, Sumpiuh, Cilongok, dan Wangon.
"Yang paling besar ada di Tambaksari, sehari kami bisa memotong 50 ekor."
"Kalau killing box berfungsi. Karena sedang rusak jadi hanya 30," jelasnya.
Untuk proses pemotongan satu ekor sapi sampai pengulitan ia sebut memakan waktu, 30 - 40 menit.
Tahun ini ia akui terjadi peningkatan animo masyarakat yang memotong hewan qurban, di rumah potong hewan. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/pemeriksaan-daging-hewan-kurban-cacing-hati.jpg)