Berita Banyumas
Percepatan Realisasi Tol Pejagan-Cilacap, Kunci Datangkan Investor dan Atasi Kemacetan
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut percepatan realisasi Tol Pejagan-Cilacap merupakan kunci untuk datangkan investor dan atasi kemacetan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mendukung percepatan realisasi proyek pembangunan Tol Pejagan-Cilacap. Menurutnya, keberadaan Tol Pejagan-Cilacap menjadi kunci untuk mendatangkan investor ke wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
Khususnya, terkait rencana pembangunan kawasan industri di Ajibarang, Wangon, dan Lumbir. Dia pun berharap, Banyumas akan mendapat hak menentukan lokasi pintu masuk dan keluar tol di wilayah tersebut.
Sadewo ingin, pintu tol Pejagan-Cilacap di Banyumas ditempatkan di Ajibarang dan Wangon. Kehadiran dua pintu tol itu diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri yang selama ini terkendala akses infrastruktur.
Baca juga: Ini Kabar Proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap, Kalah Prioritas Dibanding Tol Jogja-Cilacap?
Baca juga: Tiap Jam, 4.000 Kendaraan Melintas di Tol Pejagan Pemalang
"Jalan tol itu akan menghidupi kawasan industri yang sedang kita gadang-gadang, tapi enggak terealisasi karena infrastrukturnya belum mendukung. Untuk pintu tol, kalau memungkinkan di Ajibarang dan Wangon, itu nanti tergantung bagaimana lobi-lobi yang kita lakukan," jelas Sadewo, kemarin.
Dipaparkan lebih lanjut, Pemkab Banyumas telah menyiapkan kawasan industri 'Seti Madukoro Smart-Green Industrial Cluster' di Desa Randegan dan Desa Wangon, Kecamatan Wangon, serta Desa Parungkamal, Kecamatan Lumbir. Total luas lahan yang direncanakan untuk kawasan industri ini adalah sekitar 54,84 hektare, yang merupakan aset milik pemerintah daerah.
Dituturkan, rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap yang kembali masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) setelah sempat dicoret karena dampak pandemi Covid-19, akan melewati empat kabupaten, yakni Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap. Tol ini diperkirakan memiliki panjang 93,56 kilometer.
Menurut dia, selain kembali masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Tol Pejagan-Cilacap menarik minat investor China. Menurut Sadewo, investor tersebut adalah Guangxi Beibu Gulf Investment Group Co. Ltd, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) China.
Bahkan, manajemen Guangxi Beibu Gulf Investment Group dikabarkan telah bertemu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra itu, Guangxi Beibu Gulf Investment Group membahas soal rencana investasi.
"Perusahaan ini belum pernah masuk ke Indonesia. Prinsipnya, mereka tertarik berinvestasi di Jalan Tol Pejagan–Cilacap, itu dulu. Realisasinya, saya belum tahu," paparnya.
Sadewo mengatakan, kabar adanya investor China yang berminat membiayai Tol Pejagan-Cilacap telah ia sampaikan kepada Bu[ati Brebes, Tegal, dan Cilacap. Menurutnya, pihak investor siap meninjau lokasi pembangunan Tol Pejagan-Cilacap jika pembahasan dengan Kementerian PUPR selesai.
"Kalau pembicaraan dengan Kementerian PU sudah clear mereka akan datang langsung ke sini," imbuhnya.
Masuk Studi Kelayakan
Pembangunan Jalan Tol Pejagan-Cilacap telah direncanakan sejak tahun 2022 lalu, namun terhambat oleh adanya refocusing anggaran karena adanya pandemi Covid-19. Namun, saat ini, proyek tersebut kembali masuk dalam PSN tingkat 3 serta Rencana Umum Jaringan Jalan Tol Kementerian PUPR periode 2025–2029.
"Saya, waktu itu, minta tolong langsung ke Pak Menteri PU agar bisa masuk prioritas lagi. Sekarang sudah masuk, bahkan sudah ada studi kelayakannya," jelas Sadewo.
Sementara, anggota DPR RI Harris Turino mengatakan, realisasi Tol Pejagan-Cilacap, akan berdampak banyak terhadap sejumlah daerah. Menurut Harris, ia telah berkomunikasi dengan Bina Marga Jawa Tengah dan pihak terkait lainnya.
Generasi Muda Butuh Tempat Berekspresi, Menakar Arah Pembangunan Kawasan Kebondalem Purwokerto |
![]() |
---|
Sadewo Minta Investor Akomodasi 50 PKL, Menakar Arah Pembangunan Kawasan Kebondalem Purwokerto |
![]() |
---|
Kopipo Banyumas Kembali Ekspor Gula Kristal ke AS dan Eropa setelah Bangkit dari 'Mati Suri' |
![]() |
---|
261 Koperasi di Banyumas Hidup Segan Mati Tak Mau, Disnakerkop-UMK Kesulitan Membubarkan |
![]() |
---|
'Jangan Obral Gelar Profesor Kehormatan', Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ultimatum PTMA |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.