Berita Kudus

Kadin, Apindo, Lazismu dan Lazisnu Kudus Bersinergi Bantu 500 Warga Korban Banjir, Ini Bentuknya

Berbagai elemen menjalin sinergi untuk mengucurkan program bantuan pascabencana banjir di Kabupaten Kudus.

Penulis: Saiful Ma'Sum | Editor: Muhammad Olies
Tribun Muria/Saiful Ma'sum
Tenaga kesehatan dari RS Aisyiyah Kudus memberikan pelayanan kesehatan gratis di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Minggu (22/1/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Berbagai elemen di Kabupaten Kudus menjalin sinergi terkait program bantuan pascabencana banjir di Kota Kretek.

Program bakti sosial tersebut dilaksanakan serentak dalam rangka memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Utamanya di bidang kesehatan setelah terdampak banjir selama dua pekan. 

Berbagai lembaga itu mulai dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus.

Bantuan berupa pengobatan gratis, alat kebersihan, serta produk hasil UMKM dan Bumdes kepada 500 korban bencana banjir di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan. 

Ketua Kadin Kabupaten Kudus, Safrul Kamaludin menyampaikan, masyarakat pasti merasakan dampak atas bencana banjir yang berlangsung beberapa waktu lalu. Terutama di bidang kesehatan, di mana berbagai penyakit seperti batuk, pilek, pusing, hipertensi, gatal-gatal, dan beberapa gejala penyakit lainnya sering kali datang melanda warga. 

Oleh karena itu, lanjut dia, Kadin bersama Apindo, LAZISMU, dan LAZISNU mengadakan bakti sosial layanan kesehatan gratis. Warga korban banjir bisa langsung mendatangi posko bakti sosial untuk mengecek kesehatan masing-masing, dan mendapatkan obat gratis bagi yang membutuhkan. 

"Tidak dipungkiri, dampak banjir timbul adanya penyakit. Kami rangkul enam dokter dan enak perawat dari RS Aisyiyah Kudus agar memberikan pelayanan di dua lokasi. Dan antusias masyarakat sangat tinggi," terangnya, Minggu (22/1/2023).

Baca juga: MA Yakin Hakim Kasus Ferdy Sambo Independen, Belum Tahu Isu yang Disuarakan Mahfud MD

Baca juga: VIRAL, Aksi Kades di Grobogan Singgung Jokowi Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Hingga Seumur Hidup

Baca juga: CATAT! Tol Semarang Demak Seksi 2 Tetap Gratis Hingga 3 Februari

Ketua Apindo Kudus, Bambang Sumadiyono menambahkan, pihaknya juga menyalurkan bantuan alat kebersihan dan hasil produk UMKM berjumlah 500 paket. Berisikan produk-produk pelaku usaha kecil seperti kecap, sirup, makanan dalam rangka memberdayakan UMKM setempat. 

Dia menegaskan, Kadin dan Apindo hadir pascabencana banjir melanda, lantaran masyarakat korban bencana pasti membutuhkan uluran tangan. 

Bambang menyebut, situasi pascabencana itu berlangsung menjadi hal yang krusial dan harus menjadi perhatian bersama. Mengingat masyarakat bahu-membahu membersihkan tempat tinggal masing-masing, sementara tetap harus mencari pendapatan untuk menyambung hidup. 

"Situasi ini banyak pekerjaan yang harus dilakukan warga korban banjir, baik dalam hal pembersihan dan soal kesehatan. Kami tidak bawa sembako, namun kami hadirkan layanan kesehatan, alat kebersihan, serta hasil produk UMKM dan Bumdes," ujarnya.

Warga Banget Kaliwungu, Nur Khamid cukup antusias mengikuti pengobatan gratis.

Khamid mengaku, selama 15 hari bertahan di tengah kepungan banjir. Kini tubuhnya merasakan pegal-pegal, gatal-gatal, hingga batuk dan pilek.
 
"Alhamdulillah bisa dapat pengobatan gratis, bisa periksa dan dapat obat gratis, juga dapat bingkisan dan alat kebersihan," ujarnya. (Sam)

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved