Pasutri Polisi Blora Korupsi

BREAKING NEWS: Pasutri Oknum Polisi Polres Blora Dihukum 6 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi Rp3 M

Pasutri oknum polisi Polres Blora: Bripka EFJ dan Briptu EM, dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Terbukti korupsi uang PNBP senilai Rp3 miliar.

TribunMuria.com/Ahmad Mustakim
Pasangan suami istri (pasutri) oknum anggota Polres Blora yakni Bripka EFJ dan Briptu EM, yang terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polres Blora sejak 2021 senilai Rp3 miliar, bersiap memasuki mobil yang akan mengantarkan mereka ke tahanan, seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Blora, Rabu (11/5/2022). Oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, keduanya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, serta denda Rp300 juta dan pidana uang pengganti Rp1,65 miliar. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Pasangan suami istri (pasutri) oknum polisi Polres Blora, Bripka Etana Fany Jatnika (EFJ) dan Briptu Eka Maryati (EM), dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, serta denda Rp300 juta.

Oleh majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang, Bripka EFJ dan Briptu EM, pasutri oknum polisi Polres Blora tersebut, divonis bersalah dan dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Keduanya, terbukti menyelewengkan PNBP. Uang PNBP senilai Rp3 miliar yang seharusnya disetor ke kas negara, justru digunakan untuk kepentingan pribadi keduanya.

Baca juga: Kronologi Pasutri Oknum Polisi Polres Blora Korupsi Rp3 M, Tilep Setoran PNBP untuk Investasi Bodong

Baca juga: BREAKING NEWS: Pasutri Oknum Anggota Polres Blora Kompak Korupsi Rp3 Miliar, Kini Ditahan Kejari

Baca juga: Oknum Bhayangkari Tipu Janda Polisi Rp847 Juta Dintuntut 3 Tahun Penjara, Puskampol: Hina Akal Sehat

"Menyatakan bersalah, dan menjatuhi keduany hukuman 6 tahun pidana kurungan, serta denda Rp300 juta."

"Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan," kata Hakim Rochmad yang memimpin persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (27/9/2022).

Bripka Etana Fany Jatnika juga dijatuhi hukuman tambahan dengan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp1,65 miliar.

Uang tersebut sebelumnya sudah dipakai oleh Bripka Etana untuk investasi, demi keuntungan pribadi.

"Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu satu bulan, maka harta bendanya akan dilelang," ujarnya.

Apabila tidak punya cukup harta, lanjut hakim, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Lebih rendah dari tuntutan jaksa

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang ini lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelummya.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwadi, dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Tipikor Semarang menuntut pasutri oknum polisi Polres Blora dijatuhi hukuma pidana 6 tahun dan 6 bulan penjara.

Darwadi menambahkan, kedua terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp300 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Kepada terdakwa Etana Fani Jatnika juga dibebani untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,65 miliar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved