Berita Blora

Bupati Kumpulkan Seluruh Camat, Lurah dan Kades se-Blora: Aksi Sunat BLT BBM Jangan Terulang!

Bupati Blora bersama Forkopimda setempat memberi arahan kepada Camat, Lurah, dan Kades se-Blora, agar kasus BLT BBM disunat tak terjadi lagi

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Ahmad Mustakim
Bupati Blora Arief Rohman didampingi Forkopimda Blora saat ditemui tribunmuria.com di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, BLORABupati Blora Arief Rohman mengumpulan seluruh camat, lurah dna kepala desa sekabupaten setempat, Rabu (21/9/2022).

Arief Rohman memberi pengarahan kepada seluruh jajarannya, agar kasus sunat BLT BBM tidak terulang lagi di Blora.

Dalam kesempatan itu, bersama Forkopimda Blora, Bupati Arief Rohman melakukan pembinaan dan memberikan arahan terkait pendataan bantuan dan mekanismenya.

"Kita mengundang Forkopimcam untuk kita berikan pengarahan terkait dengan pendataan bantuan selama ini," ucap Bupati Arief Rohman kepada tribunmuria.com di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (21/9/2022).

"Kemarin juga ada kasus di Randublatung. Ini atensi dari Pak Gubernur, kita beri arahan. Hal tersebut jangan sampai diulangi lagi," tandas Arief Rohman.

Pihaknya meminta dukungan media, agar BLT BBM tepat sasaran.

Baca juga: Viral, BLT BBM Warga Blora Disunat Rp20.000 Per Orang, Pelaku Oknum Istri Kadus: Nggo Tumbas Es

Baca juga: Ulah Istri Kadus di Blora Sunat BLT BBM Rp20.000 Bikin Ganjar Marah: Tindak Tegas, Tak Main-main

Baca juga: Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bupati Blora, Ganjar: yang Sunat BLT Itu Pengkhianat Negara 

Ia meminta, media segera mewartakan bila menemukan dugaan BLT BBM dipotong atau tak tepat sasaran.

"Pendataan juga penting, kita awali dengan basis data kita."

"Kita undang BPS tadi dan dinas terkait untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah pendataan. Outputnya nanti tepat sasaran," terang Arief Rohman.

Diungkapkannya, jika nanti ada info terkait bantuan yang tidak tepat sasaran maka akan segera disikapi.

"Setelah ini kita akan tegas ya, tadi dari APH sudah ngasih warning melalui kepala desa jika ada kasus pemotongan lagi kita akan tindak tegas," ungkap Arief Rohman.

Pihaknya tetap terus melakukan perbaikan, karena basis penerima juga ada laporan tidak tepat sasaran.

"Jadi BPS nanti akan terjun langsung melakukan pendataan dan itu akan menjadi basis data kita."

"Dari kita akan melakukan pendataan ulang ini agar presisi, supaya lebih tepat," papar Arief Rohman.

Halaman
12
Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved