Berita Temanggung
Anggota MPR RI Sofwan Dedy Ingatkan Kerukunan Generasi Muda Fondasi Kuat Masa Depan Bangsa
Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDIP, Sofwan Dedy Ardyanto, menegaskan kerukunan masyarakat, dan keualitas SDM generasi muda fondasi masa depan bangsa.
TRIBUNMURIA.COM, TEMANGGUNG – Guna mempercepat pembangunan bangsa, negara, dan daerah, maka para pemimpin harus terus bersatu mengusung misi kerukunan, persatuan, dan kesatuan. Salah satu elemen penting yang harus terlibat adalah generasi muda.
“Negara dikelola salah satunya dengan pondasi persatuan. Kalau para pemimpin bersatu dalam kerukunan, pembangunan bangsa ini akan dapat dilakukan secara lebih cepat,” kata anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, Senin (21/4) siang.
Hal itu digungkapkan Sofwan saat acara 'Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI tentang Penguatan Demokrasi Substansial Berdasarkan Pancasila', di Pendopo Bhumi Makukuhan, Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.
Menurutnya, dengan bekal kerukunan, maka kedamaian merupakan istananya. Dan para pemuda merupakan kekuatan utama berdirinya bangsa, sekaligus kemuajuan negara.
Akan tetapi, terdapat salah satu permasalahan utama. Yakni kualitas pemuda yang sangat terpengaruh dengan iklim lingkungan tempat hidup mereka masing-masing.
“Indonesia ini adalah negeri yang kaya dan penuh kebaragaman dengan pondasi Pancasila. Ada pepatah tongkat kayu dan baru jadi tanaman."
"Bekal ini harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Sehingga, seluruh pihak harus saling mendukung dan menopang, termasuk pemerintah serta orang tua,” bebernya.
Sementara itu, Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna menyebut bahwa sebagai anak muda banyak hal yang harus dihadapi sehari-hari. Mulai dari persaingan pekerjaan hingga bagaimana meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, para pemuda harus mampu memutuskan pilihan akan jalan hidup mereka sendiri, meski tantangan yang dihadapi tidak mudah. Pasalnya, perjuangan hidup pada akhirnya akan membuahkan hasil.
“Manis dan pahit kehidupan adalah dua hal yang berdampingan dalam hidup manusia. Selagi muda, jangan berhenti memperjuangkan pilihan masing-masing. Suatu saat nanti, pasti kesuksesan akan menghinggapi kita,” pesannya.
Dirinya juga berharap agar generasi muda tidak apatis terhadap politik. Pasalnya, politik adalah jalan kebijakan sekaligus mencari solusi atas berbagai problematika masyarakat.
“Dengan adanya kebiijakan, beragam solusi atas permasalahan yang ada di kehidupan masyarakat dapat terjembatani,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wonosari, Agus Parmuji, berharap agar seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda memiliki pondasi jiwa untuk merawat kerukunan, gotong royong, persatuan, dan kesatuan.
Tak hanya itu saja, terdapat tiga hal yang harus menjadi patokan para pemuda. Yakni keberanian, kemauan, dan niat belajar di beragam sektor.
“Jika sudah ada keberanian, kemauan, dan niat belajar, bukan tak mungkin seseorang akan menjadi generasi unggul sebagai penyangga pembangunan,” pesannya. (*)
| Bupati Agus Gondrong Dampingi Keluarga TKI Korban Penyiksaan di Malaysia |
|
|---|
| Seni 20 Tahun Tak Digaji, Warga Temanggung Jadi Korban Penyiksaan Malaysia |
|
|---|
| Bupati Temanggung Komitmen Kawal Penyelesaian Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen |
|
|---|
| Hari Bersejarah Tarom-Dina, Bisa Gelar Pernikahan di Rumah Dinas Bupati Temanggung |
|
|---|
| Agus Gondrong Terbitkan SE Larang Odong-odong Jadi Angkutan Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/KERUKUNAN-GENERASI-MUDA-Anggota-DPRMPR-RI-dari-Fraksi-PDIP-Sofwan-Dedy-Ardyanto.jpg)