Berita Banyumas
6 Santri di Purwokerto Keracunan setelah Mengonsumsi Jajanan yang Diberikan Orang Asing
6 siswa Mts Al Itihad yang juga santri Madrasah Salafiah Diniyah Al Itihaad Purwokerto keracunan setelah mengonsumsi jajanan dari orang asing.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, PURWOKERTO - Sejumlah anak-anak di Mts Al Itihad, Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas mengalami mual dan pusing usai mengonsumsi jajanan permen, Rabu (7/8/2024).
Ada enam anak-anak merasa mual dan pusing setelah memakan jajanan yang dibagikan oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal.
Mereka diduga keracunan makanan snack pasta keju dan permen keras pancing ikan.
Para korban adalah santri Madrasah Salafiah Diniyah Al Itihaad Pasir Kidul yang beralamat di Jalan Ach. Zaen RT 3 RW 2 Kelurahan Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.
Korban yaitu Nur Faza, warga RT 2 RW 4 , Yasmin, warga RT 3 RW 3, Sabrina, RT 5 RW 6, Auliana Putri, warga RT 5 RW 6, Hafif Narendra RT 2 RW 2, Ridho warga RT 2 RW 4.
"Kronologis kejadian Rabu (7/8/2024) sekitar pukul 15.45 WIB, ada seorang warga yang melihat ada seorang laki-laki tidak dikenal dengan ciri-ciri menggunakan kaos warna hijau menggunakan penutup kepala masuk ke halaman Mts Al Itihad.
Pria itu kemudian membagikan jajanan berupa wafer dan permen," ujar Kapolsek Purwokerto Barat, AKP Mugiono kepada Tribunmuria.com.
Saat anak-anak sedang memakan jajanan dan permen tersebut, bel tanda masuk kelas berbunyi.
Sehingga ustaz dan ustazah memerintahkan kepada anak-anak agar menghentikan makan dan segera masuk kelas.
Kemudian ustaz dan ustazah mengumpulkan jajanan tersebut lalu memasukkan benda itu ke dalam karung.
Sekira 15 menit kemudian beberapa anak mengeluh mual dan pusing bahkan ada yang sampai muntah.
Pihak madrasah diniyah mengambil tindakan memberi air kelapa kepada murid yang muntah.
Menurut info pasien jajan yang dikonsumsi pasta keju dan permen keras pancingan ikan.
Salah satu anak yang bernama Rido terus menangis sehingga dibawa ke klinik Muhammadiyah lalu dibawa ke IGD RS Islam Purwokerto.
Orangtua Rido meminta dirujuk ke RS Bunda dan sampai sekarang masih dalam perawatan.
Salah seorang wali murid memberitahukan kejadian tersebut kepada babhinkamtibmas Kelurahan Pasir Kidul yang kemudian langsung berkordinasi dengan Kelurahan dan Puskesmas Purwokerto Barat dan bersama-sama mendatangi TKP. (jti)
| Generasi Muda Butuh Tempat Berekspresi, Menakar Arah Pembangunan Kawasan Kebondalem Purwokerto |
|
|---|
| Sadewo Minta Investor Akomodasi 50 PKL, Menakar Arah Pembangunan Kawasan Kebondalem Purwokerto |
|
|---|
| Percepatan Realisasi Tol Pejagan-Cilacap, Kunci Datangkan Investor dan Atasi Kemacetan |
|
|---|
| Kopipo Banyumas Kembali Ekspor Gula Kristal ke AS dan Eropa setelah Bangkit dari 'Mati Suri' |
|
|---|
| 261 Koperasi di Banyumas Hidup Segan Mati Tak Mau, Disnakerkop-UMK Kesulitan Membubarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/ILustrasi-korban-keracunan-sakit-perut.jpg)