Sabtu, 23 Mei 2026

Kriminal dan Hukum

Keluarga Tak Percaya Oki Banyumas Tewas Dianiaya Sesama Tahanan, Minta Rekaman CCTV di Luar Sel

Keluarga Oki -tersangka curanmor yang tewas di tahanan Polresta Banyumas- tak percaya korban tewas hanya karena dianiaya sesama tahanan saja.

Tayang:
TribunMuria.com/Permata Putra Sejati
Pihak keluarga Oki Kristodiawan (27) --tersagnka kasus curanmor yang tewas saat ditahan di sel tahanan Polresta Banyumas-- menyatakan belum puas dengan proses hukum yang berjalan, Kamis (15/6/2023). Keluarga tak percaya Oki tewas karena dianiaya hanya oleh sesama tahanan. Keluarga meminta rekaman CCTV di luar sel Polresta Banyumas. 

TRIBUNMURIA.COM, PURWOKERTO - Pihak keluarga dari Oki Kristodiawan (27) tahanan yang menjadi korban penganiayaan oleh sesama tahanan di Banyumas, menyatakan belum puas dengan proses hukum yang berjalan.

Kakak sepupu korban, Purwoko meminta agar pihak keluarga bisa diputarkan rekaman CCTV di titik lain, selain yang berada di rumah tahanan titipan Polresta Banyumas.

Terutama dari titik saat korban turun dari mobil saat berada di Polsek Baturraden kemudian masuk ke area Polresta Banyumas.

Baca juga: Tewasnya Tersangka Curanmor di Sel Tahanan Polresta Banyumas Disebut Ada Unsur Kelalaian Polisi

Baca juga: Autopsi Jasad Tersangka Curanmor Tewas di Tahanan, Polresta Banyumas Libatkan Tim Independen

Baca juga: Tersangka Curanmor Banyumas Tewas saat Ditahan Polisi, Tubuh Penuh Luka, Keluarga Tak Terima

Dasar permintaan ini adalah karena saat gelar perkara, video yang ditunjukan dalam CCTV di dalam sel tidak sinkron dengan kondisi korban.

"Foto-foto dipunggung itu jelas bukan hanya tangan kosong, ada lubang di bahu kanan, sikut kiri dan paha kiri. Di paha kiri seperti luka sayatan."

"Para tahanan yang melakukan pemukulan tidak satupun yang memakai alat," jelasnya kepada Tribunmuria, Kamis (15/6/2023). 

Pihak keluarga meminta diputarkan CCTV di titik lain. 

Keluarga sempat menyaksikan langsung terkait tayangan Jatanras di salah satu televisi. 

Dalam tayangan itu menujukan luka di tubuh korban dan singkron dengan foto-foto dokumentasi milik keluarga. 

"Oki di dalam mobil petugas sudah luka-luka," imbuhnya. 

Sementara itu pihak keluarga yang lain, Bayu mengatakan sudah meminta empat kali terkait surat kematian korban. 

"Surat kematian baru dikasihkan pada Rabu (14/6/2023)."

"Tetapi saat dimintai rekam medik UGD selama 14 hari dirawat keluarga belum diberi."

"Sehingga keluarga makin resah, apakah benar meninggal 2 Juni 2023 atau bahkan sudah sejak 19 Mei 2023," katanya.

Yang membuat pihak keluarga tidak terima karena dalam informasi medik korban dirawat di ruang Asoka dan selama 14 hari tidak ada keluarga yang dikabari.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved