Berita Jateng

1.790 Calhaj Demak Siap Berangkat Haji Tahun Ini, Terbanyak di Jateng, Kemenag: Didominasi Lansia

Ada 1.790 calon jemaah haji (calhaj) yang siap berangkat pada tahun 2023 ini. Jumlah ini merupakan calhaj terbanyak yang siap berangkat di Jateng.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunSolo.com/Asep Abdullah
Jemaah haji melaksanakan tawaf atau mengitari Kabah dalam rangkaian ibadah haji 2019 di Mekkah, Arab Saudi. 

TRIBUNMURIA.COM, DEMAK - Kabupaten Demak menjadi daerah di Jawa Tengah yang terbanyak yang akan mengirimkan calon jamaah haji untuk berangkat ke tanah suci pada tahun ini.

Mengacu pada data Dari Kemenag Kabupaten Demak, ada 1.790 calon jemaah haji (calhaj) yang siap berangkat pada tahun 2023 ini.

Dari total calhaj yang akan berangkat ke tanah suci tersebut, dididominasi oleh lanjut usia (lansia) dengan umur kisaran 65 tahun ke atas.

Baca juga: ONH Direncanakan Naik Drastis, Biro Haji di Jepara Layangkan Protes: Kenaikannya Tak Realistis

Baca juga: DPR RI: Biaya Haji 2023 yang Dibebankan kepada Jamaah Tak Boleh Lebih dari Rp55 Juta

Baca juga: Kuota Haji Kembali Normal setelah Pandemi Landai, Berikut Estimasi Kuota Haji Wonosobo Tahun Ini

Baca juga: Indonesia Dapat Kuota Haji 221.000 Orang, Kudus Dapat Jatah Berapa? Kemenag: Semoga Utuh

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kasi PHU Kemenag) Demak, Sujati, mengaku optimis semua calhaj dapat semunya berangkat, meski diakuinya banyak yang mengeluh ihwal kabar naiknya ongkos naik haji (ONH) atau biaya haji 2023.

"Banyak pesan yang masuk, dengan biaya yang cukup tinggi, kami khawatir ada yang mundur, ada yang cabut dan lain sebagainya."

"Namun kami tetap optimis mereka akan berangkat semua, karena menunggunya lama," kata Sujati kepada Tribunmuria, Rabu (25/1/2023).

Dengan kenaikan biaya haji 2023 itu, lanjut kata dia, pihaknya terus lakukan sosialisasi kepada calhaj.

"Kami selalu sosialisasi yang penting bisa bayar, besarnya berapa bisa bayar dan siap," ungkapnya.

Ia menyampaikan sampai saat ini, belum ada calon jamaah aja yang mengundurkan karena kenaikan biaya.

"Belum ada yang mundur. Kami sampaikan, ada kenaikan cukup banyak, tapi diimbangi dengan fasilitas cukup baik," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa untuk peserta haji tahun ini, lebih banyak didominasi oleh lansia yang sebelumnya belum bisa berangkat haji, lantaran pembatasan kouta.

Hal itupun senada dengan tema yang akan diangkat pada haji kali ini, yaitu ramah lansia.

"Ada 500 calon jamaah haji sampai 600 jamaah haji yang seharusnya berangkat 2020 kemarin, tapi tertunda karena kouta 47 persen dan usia yang 65 keatas tidak boleh."

"Nah, mereka yang kemarin belum bisa berangkat karena pembatasan kuota dan pembatasan usia, kami upayakan berangkat tahun ini," tutupnya.

Halaman
123
Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved