Berita Kudus
Jembatan Setro Waru Diresmikan, Akses Penghubung Demak-Kudus Jadi Lebih Cepat
Jembatan penghubung Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak Setro Waru diresmikan pada hari Senin (12/12/2022).
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Raka F Pujangga
"Kami bersyukur, berterimakasih dengan masuknya investor yang sangat membantu akses mobilisasi warga menjadi lebih cepat," jelasnya.
Baca juga: Progres Pembangunan 80 Persen, Pembangunan Jembatan Kali Wiso Sudah Bisa Dilewati Akhir Desember
Menurutnya, jembatan tersebut, nantinya akan berdampak kepada pemutaran roda ekonomi antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.
"Otomatis ini akan berpengaruh terhadap perekonomian baik dari warga kami ataupun warga desa Kedungwaru. Kalau seumpama prospeknya bagus. Kami berfikir untuk dijadikan objek wisata," terangnya.
Didik juga menuturkan, bahwa tiap sore hari jembatan tersebut dipenuhi oleh warga untuk melihat keindahan Jembatan Apung Setro Waru dan Kali Wulan pembatas dua Kabupaten.
"Per harinya, kalau warga yang melintas itu mencapai 800 hingga 1000-an," tutupnya.
Baca juga: Tiga Jembatan di Bogorejo Putus, Kini Jembatan Darurat dari Bambu Jadi Alternatif Warga
Dikesempatan yang sama, Yahya Maulana, Wakil dari CV Bumi Ayu Brebes selaku investor jembatan tersebut mengatakan bahwa jembatan tersebut aman untuk dilewati.
"Kemarin waktu debit air dari sungai naik saya lihat tidak ada masalah, jembatan masih bisa dilalui," ujarnya.
Untuk anak sekolah yang mengenakan seragam ketika melewati jembatan tersebut tidak dipungut biayanya, namun untuk warga biasa dikenakan Rp2000 ribu sekali melintas.
"Pembagiannya 50 persen untuk pengelola dan 50 % untuk perusahaan, terkait pemeliharaan jembatan akan diambil dari dana kas yang disisihkan yang intinya merawat, menjaga bersama setelah jembatan diresmikan," ucapnya.
Perawatan akan dilakukan selama satu bulan hingga tiga bulan sekali. (Rad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Peresmian-Jembatan-Setro-Waru.jpg)