Jumat, 22 Mei 2026

Berita Kudus

Jembatan Setro Waru Diresmikan, Akses Penghubung Demak-Kudus Jadi Lebih Cepat

Jembatan penghubung Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak Setro Waru diresmikan pada hari Senin (12/12/2022).

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA/Rezanda Akbar D
Sejumlah warga gembira usai peresmian jembatan Setro Waru penghubung Kota Kretek dan Kota Wali. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Jembatan Setro Waru yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak diresmikan pada hari Senin (12/12/2022).

Nama jembatan tersebut, diambil dari penggabungan Desa Setrokalangan di Kudus dan Desa Kedungwaru di Demak.

Tadinya, jembatan tersebut adalah jembatan sasak Kali Wulan yang terbuat dari bambu dan kayu sepanjang 40 meter di atas Sungai Wulan, dan hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Baca juga: Jembatan Juwana Pati Diperkirakan Rampung Lebaran 2023, Ganjar: Tambah Tenaga untuk Percepatan

Meski terlihat sederhana, jembatan sasak Kali Wulan menjadi jalur alternatif yang diminati masyarakat Karanganyar Demak agar bisa sampai di Kabupaten Kudus dengan cepat.

Adanya jembatan tersebut, bisa memangkas jalur tempuh hingga 15 kilometer dibandingkan jalur memutar.

Jembatan tersebut juga sering hanyut ketika Kali Wulan Banjir.

Warga Melintas di Jembatan Setro Waru
Para warga yang gembira usai peresmian Jembatan Setro Waru penghubung Kota Kretek dan Kota Wali.

Bahkan pada bulan Agustus lalu tercatat empat kali hanyut.

Namun kini, jembatan tersebut sudah dibangun oleh investor dari Kabupaten Brebes menjadi jembatan apung yang apik dengan pagar jembatan yang dicat warna-warni lengkap dengan lampu penerangan.

Pembangunan jembatan memakan biaya Rp500juta.

Baca juga: Ganjar Cek Jembatan Juwana, Sebut Kondisi Berbeda dengan Wonokerto: Ini Gak Bisa Dipercepat

Jembatan tersebut pada bagian bawah kontruksi ditopang dengan drum berwarna biru, yang berfungsi untuk membuat jembatan terus mengapung.

Panjang jembatan sekitar 70 meter dengan lebar 2,5 meter.

Usai peresmian, para warga terlihat bungah ketika menjajal jembatan penghubung Kota Kretek dan Kota Wali.

Tak sedikit pula yang mengabadikan dengan berswafoto di Jembatan Setro Waru itu.

Bahkan anak-anak kecil juga terlihat menari-nari dan berlarian dari ujung jembatan hingga ke ujung lainnya dengan tertawa gembira. 

Jembatan Setro Waru (2)
Para warga yang gembira usai peresmian Jembatan Setro Waru penghubung Kota Kretek dan Kota Wali.

Melihat warga-warga yang bungah, Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono berterimakasih dengan dibangunnya jembatan apung tersebut.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved