Berita Jepara
Tensi Politik Tinggi, Pilkades di Jepara Tak Pakai Debat Terbuka
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Jepara tidak ada debat terbuka antarcalon untuk menghindari konflik antarpendukung.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau Pemilihan Petinggi (Pilpet) di Kabupaten Jepara tidak ada debat terbuka antarcalon kepala desa.
Hal ini karena tensi politik di Pilkades sangat tinggi.
Selain itu, hubungan emosional antaracalon kades dan pendukung sangat erat.
Baca juga: Tutup Akses Jalan Karena Beda Pilihan Pilkades Balerejo, Mahfudhon : Mau Dibuat Kandang Ayam
Dikhawatirkan apabila debat terbuka itu diselenggarakan gesekan antarpendukung bisa terjadi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, debat terbuka di tingkat Pilkades belum saatnya diselenggarakan.
Menurutnya, demokrasi di tingkat desa masih belum matang untuk menyelenggarakan debat terbuka.
Selain itu potensi konflik antarpendukung juga besar.
Dia mencontohkan, debat terbuka antarcalon bupati saja rawan terjadi gesekan antarpendukung.
Apalagi di tingkat Pilkades yang kedekatan antarcalon kades dan pendukung sangat erat.
Baca juga: Tetap Menanam Saat Hujan Deras, Seorang Petani Tewas Tersambar Petir di Jepara
Hal-hal tidak diinginkan bisa saja terjadi.
Edy Sujatmiko menilai debat terbuka di Pilakdes bisa diselenggarakan jika masyarakat sudah memiliki pendidikan politik yang matang.
"Kalau demokasi kita sudah matang (debat terbuka bisa diselenggarakan)," kata Edy Sujatmiko, Selasa, 25 Oktober 2022.
Sementara itu, Kabid Bina Pemerintah Desa Dinsospermades Kabupaten Jepara, Muh Taufik menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jepara mengutakaman kondusivitas wilayah , kerukunan, dan kegotongroyongan masyarakat di tengah Piilkades
Baca juga: Bea Cukai Kudus Dorong Perajin Ukir dan Mebel Tradisional di Jepara Rambah Pasar Ekspor
"Jangan sampai hanya gara-gara debat terbuka calon Pilpet ini masyarakat jadi gesekan," kata Taufik kepada tribunmuria.com.
Menurutnya, penyelenggaraan debat terbuka antarcalon harus melihat kondisi masyarakat dan tingkat pendidikan politiknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Baliho-calon-Pilkades-di-Desa-Jambu.jpg)