Rabu, 10 Juni 2026

Berita Jateng

Optimalkan Riset dan Subsidi Pupuk, Cara Ganjar Hadapi Krisis Pangan 2023

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranow punya tiga strategi dalam menghadapi prediksi ancaman krisis pangan di tahun 2023.

Tayang:
Penulis: Hermawan Endra | Editor: Raka F Pujangga
Istimewa
Ganjar berkunjung langsung di lokasi pengembangan dan mencicipi kenikmatan Alpukat Rifai, Jumat (21/10/2022). 

“Kita pantau dari potensi-potensi yang kita miliki termasuk kenapa kemarin dengan BI, IPB, kita mengembangkan learning center untuk bawang putih itu dukungan kita,” tandasnya.

Sebagai informasi, data Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng terkait produksi pangan strategis (padi, jagung, kedelai-pajale) hanya kedelai yang minus.

Sementara komoditi padi dan jagung untuk konsumsi dan pakan ternak melebihi kebutuhan. 

Tercatat realisasi produksi padi hingga September 2022 mencapai 8.238.177 ton. Prediksi tahun 2022  untuk produksi padi bisa mencapai 9.579.069 ton, atau sekitar 5,5 juta ton beras. 

Baca juga: Pimpin Aple Akbar Hari Santri Nasional 2022 di Jepara, Ganjar Sampaikan 3 Pesan Ini

Pada 2020 produksi beras mencapai 5,43 juta ton. Sedangkan produksi beras di tahun 2021 atau sekitar 5.531.297 ton beras. 

Adapun, untuk produksi jagung hingga September 2022 mencapai 3.047.712 ton.

Sementara, produksi kedelai hingga bulan yang sama baru mencapai 47.246 ton.

Selain itu Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng juga mencatat, produksi pangan pokok seperti beras memang mengalami surplus. 

Data prognosa (perkiraan) yang dikompilasi oleh Dishanpan hingga akhir Desember 2022 ketersediaan beras di Jateng mencapai 10.038.575 ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi diperkirakan 3.244.363 ton. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved