Selasa, 14 April 2026

Berita Wonosobo

Ini Cara Unik Eka Gunadi dan Butet Kartaredjasa Peringati Hari Lahir Pancasila-Bulan Bung Karno

Anggota DPRD Wonosobo dari PDIP Eka Gunadi dan Butet Kartaredjasa punya cara unik untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

Dok Pribadi
HARI LAHIR PANCASILA - Budayawan Butet Kartaredjasa dan Eka Gunadi, berfoto bersama setelah sarasehan memperingati Hari Lahir Pancasila, di Wonosobo, Minggu (1/6/2025). 

TRIBUNMURIA.COM, WONOSOBO - Anggota DPRD Wonosobo, Eka Gunadi, punya cara unik untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, yang jatuh pada tiap 1 Juni.

Pada peringatan tahun ini, Eka Gunadi menggelar beragam kegiatan memperingati Pancasila dan Bulan Bung Karno, di kediamannya di Wonosobo, Minggu (1/6/2025).

Beragam kegiatan digelar, mulai dari  lomba lukis untuk anak-anak, termasuk melukis wajah Bung Karno.

Kemudian ada pembacaan puisi bertema ”Melihat Indonesia”, upacara bendera, dan juga sarasehan yang menghadirkan seniman multitalenta dan budayawan, Butet Kartaredjasa.

Menariknya, dalam sarasehan yang diikuti ratusan masyarakat tersebut, Butet mengisahkan perjalanan hidupnya memungut nilai-nilai ke-Indonesia-an yang sangat majemuk.

Termasuk tentang nilai-nilai budaya bangsa yang ada dan harus dilestarikan.

”Untuk belajar menjadi Indonesia adalah proses yang hingga saat ini masih saya lakukan dan entah akan sampai kapan,” kata Butet.

Butet lantas memotret semangat dan idealisme Bung Karno, sebagai perumus Pancasila, kala menjadi orang Indonesia sejati.

”Untuk menjadi Indonesia jangan pernah lelah mencintai Indonesia, mencintai Pancasila, dan mencintaimu,” ucap Butet disambut gelak tawa peserta.

Eka Gunadi, penyelenggara kegiatan, menuturkan, beragam kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Lahir Pancasila merupakan bentuk aktualisasi secara langsung nilai-nilai Pancasila.

Ia menyontohkan, peserta lomba melukis yang mencoba menggambar wajah Proklamator, Bung Karno.

”Kami memang menggelar beragam kegiatan. Ada yang menggambar topeng, ada yang melukis wajah Bung Karno, ada juga yang membaca puisi Melihat Indonesia, sebuah napas lama yang ditiupkan kembali ke dalam dada generasi hari ini."

"Karena bagi kami, melukis wajah adalah memperbaiki jiwa. Jadi, seni bukan sekadar ekspresi, tapi juga refleksi,” katanya.

Anggota DPRD Wonosobo dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengharapkan, masyarakat dapat belajar Pancasila secara kontekstual dan komprehensif, serta bukan sekadar tekstual maupun indoktrinasi belaka.

”Lewat kegiatan ini, kami belajar bahwa Pancasila bukan hanya teks di dinding kantor, bukan pula hafalan dalam upacara."

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved