Kamis, 21 Mei 2026

Berita Wonosobo

Lumpuh 13 Jam Imbas Pohon Beringin Tumbang, Jalur Wonosobo-Dieng Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Jalur Wonosobo-Dieng lumpuh total selama 13 jam, imbas pohon beringin besar yang tumbang di Dusun Penampelan, Desa Sendangsari, Kecamatan Garung.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Imah Masitoh
EVAKUASI POHON TUMBANG - Kolase foto petugas dan relawan mengevakuasi pohon besar yang tumbang di jalur Wonosobo-Dieng turut Dusun Penampelan, Desa Sendangsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Kamis (3/4/2025). Tumbangnya pohon tersebut sempat membuat jalur menuju Dieng dan dari arah sebaliknya lumpuh selama 13 jam. 

TRIBUNMURIA.COM, WONOSOBO - Arus lalu lintas di Jalur Wonosobo-Dieng di kilometer 7 turut Dusun Penampelan, Desa Sendangsari, Kecamatan Garung, sempat lumpuh selama 13 jam.

Hal ini imbas dari pohon besar yang tumbang di wilayah setempat, pada Kamis (3/4/2025) malam.

Kini, jalur tersebut telah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.

Evakuasi batang pohon yang tumbang telah dilakukan sejak malam hari tadi dan dilanjutkan pagi hingga siang hari ini, Jumat (4/4/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Dudy Wardoyo melalui Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno mengungkapkan proses penanganan dilakukan selama kurang lebih 13 jam

Akibat kondisi macet yang terlalu panjang, akses jalur Dieng akhirnya dibuka dan bisa dilalui kendaraan. Sementara posisi dua kayu besar yang berada di pinggir jalan akan diangkut malam hari ini.

"Kurang lebih 13 jam non stop penanganan dan tim tanpa tidur, evakuasi pohon selesai. Kami tim sudah balik ke mako BPBD."

"Selanjutnya berdasarkan koordinasi dengan Satlantas Polres Wonosobo, DPUPR dan dinas terkait akses segera dibuka," ungkapnya kepada Tribunmuria.com.

Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan dengan mengerahkan dua alat berat crane untuk mengangkat batang pohon yang besar.

"Kesulitannya crane pertama patah karena ngga kuat menahan beban."

"Karena pohon terlalu besar jadi kita ada keterbatasan alat dan tenaga pastinya," terangnya.

Penyebab pohon tumbang tersebut diperkirakan karena lapuk dimakan usai mengingat pohon tersebut telah berusia ratusan tahun.

"Penyebabnya kalau kita lihat posisinya memang lapuk, dalamnya sudah bolong-bolong," lanjutnya.

Ia menjelaskan, selain menutup akses jalan utama Dieng pohon tumbang juga mengakibatkan dua rumah warga turut terdampak pada bagian atap.

"Rumah yang terdampak jumlahnya ada dua tapi itu milik satu orang," tandasnya.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved