Berita Grobogan
Yulianto Serasa 'Terlahir Kembali' bersama Boneka Pustaka Bergerak & Rumah Baca Bintang Grobogan
Setelah 'penglihatan' yang menakjubkan, tapi sekaligus menakutkan, Yulianto serasa terlahir kembali dengan Boneka Pustaka Bergerak Rumah Baca Bintang.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Yayan Isro Roziki
Untuk menepis depresi, Yulianto mencoba menata ulang niat dalam menekuni gerakan literasi. Dia belajar ikhlas.
"Ilmu ikhlas itu ilmu tingkat tinggi. Saya ingin bisa ikhlas seperti surat al-Ikhlas yang di dalamnya tidak ada kata ikhlas. Selama ini mungkin saya masih punya hasrat ingin dikenal, ingin populer. Musibah yang saya alami mungkin teguran bagi saya," ungkap Sarjana Ilmu Perpustakaan dari Universitas Terbuka Purwodadi ini.
Sembari menyusun ulang niat, pria kelahiran 19 Juli 1990 ini juga menyusun ulang koleksi buku dari awal. Pelan-pelan, dia membeli lagi buku-buku untuk mengisi rumah baca.
Dia bersyukur, hingga kini Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup dan mengisi kehidupan dengan menebar manfaat, menyebarkan virus gemar membaca pada sebanyak-banyaknya anak.
"Wahyu Nabi Muhammad yang pertama saja perintah untuk membaca, kan?" tanya Yulianto retoris.
Pada akhirnya, "penglihatan" dan firasat yang didapat Yulianto tidak sepenuhnya salah. Yulianto memang "sudah tidak ada".
Namun, hasrat meraih popularitasnya-lah yang sudah tidak ada. Yulianto memang sudah "selesai". Namun, ego pribadinya-lah yang sudah selesai.
Yulianto "lahir kembali" menjadi pribadi baru yang lebih baik. Gerakan literasi Rumah Baca Bintang dan Boneka Pustaka Bergerak dia hidupkan lagi dengan semangat baru semata-mata untuk menebar kebaikan.
Tentang Rumah Baca Bintang
"Mau baca buku atau main?" tanya Yulianto pada dua gadis kecil yang berkunjung ke perpustakaan miliknya.
Dua anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) itu, Oliv dan Inka, kompak menjawab dengan suara lantang, "Baca buku!"
Mengagumkan. Di sebuah desa di pelosok Grobogan yang jauh dari toko buku besar dan penerbitan, anak-anak belia lebih tertarik membaca buku ketimbang bermain.
Oliv dan Inka lantas memilih buku pop-up bertema hewan-hewan liar. Buku ini jika lembar-lembarnya dibuka akan memunculkan ilustrasi tiga dimensi berbagai hewan liar, mulai dari singa, jerapah, hingga gorila.
Mengenakan kaus putih bergambar logo Pustaka Bergerak, Yulianto membacakan buku itu di hadapan Oliv dan Inka. Sesekali dia melontarkan pertanyaan dan menirukan suara hewan yang sedang dibahas. Dua bocah itu tampak ceria. Mereka semangat menimpali kata-kata Yulianto sembari bergelak tawa.
Peristiwa yang menghangatkan hati dan menyejukkan pandangan itu terjadi di Rumah Baca Bintang, Dusun Jajar RT 3 RW 3, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan.
Yulianto adalah pendiri sekaligus pengelola Rumah Baca Bintang. Rumah baca ini bertempat di kediaman yang ia tinggali bersama kedua orang tua.
| Sound Horeg Resahkan Warga Purwodadi saat Jelang Sahur Disita Polisi, Pemilik Diminta Lakukan Ini |
|
|---|
| Nestapa Petani Grobogan Jelang Lebaran: Sawah Jadi Padang Pasir Dampak Banjir, Rugi Miliaran Rupiah |
|
|---|
| Pilunya Nasib Tasripin Penderita Katarak di Grobogan, Tak Tahu Istrinya telah Meninggal di Rumah |
|
|---|
| Tanggul Sungai Tuntang di Grobogan Jebol: Rendam Desa hingga Jalur Rel Kereta Semarang-Semarang |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Rel Kereta di Papanrejo Grobogan Kembali Dikepung Air, Imbas Sungai Tuntang Meluap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Inisiator-Rumah-Baca-Bintang-Grobogan-dan-Boneka-Pustaka-Bergerak-Yulianto-34.jpg)