Senin, 13 April 2026

Berita Grobogan

Yulianto Serasa 'Terlahir Kembali' bersama Boneka Pustaka Bergerak & Rumah Baca Bintang Grobogan

Setelah 'penglihatan' yang menakjubkan, tapi sekaligus menakutkan, Yulianto serasa terlahir kembali dengan Boneka Pustaka Bergerak Rumah Baca Bintang.

|
Istimewa
Inisiator Rumah Baca Bintang Grobogan dan Boneka Pustaka Bergerak, Yulianto (34), membacakan buku dan berdongeng di hadapan anak-anak. 

Setelah mendapat 'penglihatan' yang menakjubkan, tapi sekaligus menakutkan dirinya, Yulianto serasa terlahir kembali dengan Boneka Pustaka Bergerak dan Rumah Baca Bintang. Seperti apa?

TRIBUNMURIA.COM, GROBOGAN - Suatu hari pada 2018 lalu, Yulianto (34) mendapat "penglihatan" yang menakjubkan sekaligus menakutkan.

Tiba-tiba pria asal Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan ini melihat sebuah pintu gerbang besar berwarna hitam pekat di depan matanya.

Ketika gerbang dibuka, tampak di baliknya sebuah jalan terang-benderang.

Jalan itu lurus bagaikan lorong cahaya yang membelah kegelapan tak berujung.

"Itu bukan mimpi. Berkali-kali saya dapat 'penglihatan' itu. Hal ini memberi saya firasat bahwa tahun 2019 saya sudah tidak ada. Rasanya saya akan meninggal, saya akan selesai tahun depan," kata Yulianto pada TribunMuria.com, Sabtu (20/7/2024).

Yulianto sempat takut dan khawatir. Namun dia berusaha menepis pikiran-pikiran negatif agar tetap fokus melakoni kegiatan sebagai penggerak literasi di Grobogan.

Lewat Rumah Baca Bintang yang dia dirikan, juga lewat kegiatan berkeliling ke pelosok-pelosok Grobogan untuk membuka lapak-lapak baca, Yulianto tetap fokus melakukan pembinaan minat baca pada anak-anak.

Namun, kabar menyentak betul-betul menghampiri Yulianto pada 2019. Oleh dokter, dia divonis mengidap suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Yulianto enggan menyebutkan nama penyakitnya.

Kekebalan tubuhnya diserang suatu virus dan dia terpaksa harus minum obat setiap hari sepanjang hayat.

Di tengah upaya bangkit dari depresi akibat penyakit, cobaan-cobaan lain terus datang menghampiri. Yulianto diuji habis-habisan.

Pada tahun yang sama, dia mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan tempurung lutut dan tulang lengannya retak.

Tak berselang lama, Yulianto juga mengalami musibah banjir. Koleksi buku di rumah baca rusak seluruhnya. Padahal buku-buku itu dia beli sedikit demi sedikit dari hasil menyisihkan gaji yang tak seberapa dari pekerjaan sebagai pustakawan sekolah swasta.

Cobaan yang datang bertubi-tubi itu membuat Yulianto depresi dan merasa bahwa penglihatan dan firasat yang dia dapat pada 2018 akan benar-benar terjadi.

Namun, Yulianto mencoba bersabar. Dia meyakini bahwa bagi orang-orang yang sabar, Tuhan akan memberi jalan keluar dari setiap permasalahan.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved