Berita Kudus

May Day, 5.000 Pekerja di Kudus Gelar Aksi Turun Jalan saat Hari Buruh 2024, Ini Kata KSPSI

KSPSI Kudus menyebut 5.000 buruh atau pekerja akan gelar aksi turun jalan saat peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional di Kudus 1 Mei 2024.

Penulis: Saiful MaSum | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Saiful Masum
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Kudus, Andreas Hua (kiri). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Momentum Hari Buruh atau biasa dikenal dengan sebutan May Day pada 1 Mei 2024 di Kabupaten Kudus bakal diwarnai aksi ribuan pekerja. 

Sebanyak 5.000 pekerja dari seratusan perusahaan di Kota Kretek bakal turun di jalanan Kudus untuk meramaikan peringatan Hari Buruh

Namun, aksi buruh kali ini tidak berkaitan dengan unjukrasa atau seruan buruh kepada pemerintah terkait upah dan hak-hak pekerja. 

Melainkan aksi damai di jalanan hanya untuk meramaikan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya. 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Kudus, Andreas Hua menyampaikan, aksi buruh dengan skema unjukrasa menyampaikan tuntutan pekerja dinilai sudah tidak relevan lagi di tingkat daerah.

Termasuk di wilayah Kabupaten Kudus yang memiliki potensi lebih dari 93.000 pekerja tergabung dalam KSPSI. 

Pada May Day 2024, pihaknya menyiapkan sejumlah kegiatan khusus untuk para buruh. Di antaranya jalan sehat, hiburan musik, hingga pembagian hadiah.

Rangkaian kegiatan bakal dilaksanakan pada, Rabu 1 Mei 2024 dalam rangka memberikan hiburan kepada para buruh yang telah berjuang untuk kebahagiaan keluarga masing-masing. 

"Konsep kami memberi hiburan pada pekerja. Mereka tiap hari lelah bekerja, terkadang libur juga bekerja."

"Nah satu hari (Hari Buruh) kami berikan hiburan. Ada jalan sehat, hiburan musik dan pembagian hadiah menarik," terangnya, Sabtu (27/4/2024).

Pelaksanaan kegiatan Hari Buruh di Kota Kretek bakal dipusatkan di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus

Rute jalan sehat dimulai dari Alun-alun Simpang Tujuh menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tanjung, Jalan Pemuda, kembali ke kawasan Alun-alun Kudus

Andreas Hua menegaskan, May Day dengan tuntutan sudah biasa terjadi, khususnya dilakukan di Jakarta. 

Pihaknya mencoba memahami situasi dan kondisi di Kabupaten Kudus, terkait apa yang sebenarnya dibutuhkan para pekerja.

Yaitu waktu untuk rehat sejenak dan sedikit hiburan atas padatnya rutinitas dunia kerja sehari-hari. 

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved