Berita Blora
Penyusunan RPJPD Blora, Pemuda Masih Soroti Persoalan Infrastruktur dan Pendidikan
Pemuda menyoroti persoalan infrastruktur dan pendidikan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 Kabupaten Blora
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
"Namun, kami terus berupaya untuk terus membangun dan membuka akses di wilayah hutan."
"Harapannya, dengan membuka akses tersebut perekonomian semakin meningkat,’’ terang Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu.
Terkait gagasan pendidikan, Arief juga mengatakan, Pemkab Blora terus mendorong Dinas Pendidikan untuk terus berinovasi program-program yang kaitannya pendidikan SDM karena SDM ini penting menjadi investasi masa depan.
Diketahui, tahun 2022, harapan sekolah di Blora menunjukan angka 12,44 tahun.
Dirinya mengakui, dari seluruh sarana prasarana yang sudah diupayakan dimana Pemkab Blora berkomitmen memenuhi sarana pendidikan, menyelesaikan pendidikan SMA hingga awal perguruan tinggi.
‘’Akan tetapi rata-rata lama sekolah menunjukan 7,01 tahun yang berarti baru mampu menyelesaikan pendidikan di kelas 1 SMP."
"Ini jadi atensi kami dan terus mendorong pendidikan Blora,’’ tegas Arief Rohman.
Terpisah, salah satu pemuda Blora asal Kecamatan Ngawen, Za’iimul Chanief menyampaikan gagasannya soal pendidikan di Blora.
Menurutnya, pendidikan tak kalah pentingnya dengan infrastruktur. Ia mengatakan upaya pemerintah untuk pengentasan anak tidak sekolah (ATS) dan program pembangunan SDM lain layak diapresiasi.
‘’Guna menyiapkan Indonesia emas di Blora, yang paling penting untuk disiapkan adalah SDM sebagai pelaku di masa mendatang," tutur pemuda Blora yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Indonesia itu.
"Saya berharap agar program-program yang mengarah ke pendidikan dan peningkatan kualitas SDM dapat menjadi fokus pemerintah untuk menyiapkan Indonesia Emas di Blora tercinta,’’ pungkasnya. (kim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/ngopi-bareng-rpjpd-blora.jpg)