Berita Kudus
Disnakkeswan Jateng Sediakan 5.000 Dosis Vaksin Rabies, Yoyon: di Sini Masih Zero Kasus, tapi . . .
Di Jateng masih zero kasus rabies, meski demikian Disnakkeswan Jawa Tengah menyiapkan 5.000 dosis vaksin rabies untuk melakukan antisipasi.
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Yayan Isro Roziki
"Selanjutnya giliran Kabupaten Batang dan beberapa kabupaten/kota lainnya."
"Untuk saat ini stok vaksin rabies masih cukup," ujar dia.
Selain vaksinasi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat.
Misalnya, edukasi agar pemilik anjing, kucing dan beberapa hewan pembawa rabies melakukan pemeriksaan kesehatan hewan rutin, menjaga kebersihan badan dan lingkungan tempat tinggal hewan.
Yoyon berharap agar masyarakat semakin sadar dalam menanggulangi bahaya virus rabies.
Seperti contoh, tidak memasukkan hewan dari daerah terjangkit rabies, serta menghindari dari gigitan anjing.
"Jawa Tengah lebih siap menangkal kasus rabies. Semua anjing harus divaksin, perkuat program jogo ternak, dan program bolo ternak," tegasnya.
Pihaknya juga bakal menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang harus dilakukan manakala terkena gigitan anjing atau hewan pembawa rabies lainnya.
Di antaranya, segera membasuh bekas gigitan dengan cairan antiseptik di bawah air mengalir, serta melakukan tindakan lanjutan seperti membuang sebagian darah pada luka gigitan, dan tindakan pengobatan.
"Kami juga melakukan sterilisasi pada kucing liar. Vaksinasi dan sterilisasi ini dimaksudkan untuk menekan potensi timbulnya virus rabies."
"Supaya keberadaan anjing, kucing dan sejenisnya bisa berdampingan dengan manusia secara aman dan nyaman," harapnya. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Petugas-melakukan-vaksinasi-rabies-kepada-anjing-dan-kucing-kudus.jpg)