Jumat, 22 Mei 2026

Dukun Pengganda Uang

Sudah Banyak Korban, Mengapa Masih Ada yang Dukun Pengganda Uang? Begini Kata Sosiolog Unnes

Kasus dukun pengganda uang berujung pembunuhan berantai sudah sering terjadi, tapi masih saja banya menelan korban. Begini analisis sosiolog Unnes

Tayang:
Penulis: Faisal Affan | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Permata Putra Sejati
Proses evakuasi korban pembunuhan yang dilakukan seorang 'dukun' pengganda uang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (3/4/2023). Dalam evakuasi terdapat 10 kantung jenazah korban dan proses penyelidikan masih dilakukan terkait adanya potensi penambahan korban lain. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kejahatan penipuan dan pembunuhan berantai sudah kali berulang terjadi.

Sebelum kasus dukun pengganda uang Banjarnegara terungkap, sejumlah kasus lain sudah menggegerkan publik.

Terbaru, sebut saja jagal dari Bekasi Wowon, pembunuh berantai dan penipuan dengan modus penggandaan uang.

Baca juga: Kesaksian Kades Balun Ihwal Keseharian Dukun Pengganda Uang Banjarnegara: Istrinya Dagang Kobis

Baca juga: Profil Slamet Tohari Dukun Pengganda Uang dan Malaikat Maut Banjarnegara

Baca juga: Pembunuhan Berantai Dukun Pengganda Uang Banjarnegara, Polisi Kembali Temukan 10 Mayat Korban

Jauh sebelumnya, pada 2017, publik Jawa Tengah juga digegerkan dengan dukun pengganda uang sekaligus pembunuh berantai dari lereng Gunung Sumbing, Muhyaro.

Namun, mengapa masih saja banyak warga percaya, hingga akhirnya menjadi korban?

Berikut analisis Sosiolog Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fulia Aji Gustaman.

Fulia mengatakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh dukun pengganda uang Banjarnegara, maupun kasus serupa sebelumnya, didasari oleh beberapa hal.

Pertama, sebut sosiolog Unnes itu, para korban tergiur dengan iming-iming bisa menggandakan uang dengan nilai yang tidak wajar.

Hal tersebut disebabkan karena kebutuhan primer untuk mencukupi gaya hidup.

"Faktanya, kondisi finansial seseorang bisa meningkatkan status sosial yang lebih tinggi di masyarakat."

"Atau bisa karena himpitan ekonomi dengan berbagai permasalahannya, sehingga mencari jalan pintas untuk memenuhinya," ujarnya.

Kedua, pikiran sempit yang dialami oleh para korban, mendorong niatan untuk mencari jalan pintas demi mendapatkan uang.

Faktor lain juga bisa diakibatkan oleh dorongan emosional untuk mendapatkan pengakuan di lingkungannya.

"Faktor-faktor itu bisa membuat seseorang untuk percaya dengan dukun pengganda uang," jelasnya.

Hanya demi mewujudkan keinginan secara instan, banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan uang.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved