Jumat, 22 Mei 2026

Berita Blora

Kaji Nilai Potensi Koleksi, Museum Batik Pekalongan Gandeng Akademisi

UPTD Museum Batik Pekalongan melakukan pengkajian dan penelitian guna menggali lebih dalam informasi koleksi yang berada di dalamnya.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Raka F Pujangga
Dok Kominfo Kota Pekalongan
UPTD Museum Batik Pekalongan melakukan pengkajian dan penelitian guna menggali lebih dalam informasi koleksi batik. 

TRIBUNMURIA.COM, PEKALONGAN - Guna meningkatkan potensi nilai koleksi, UPTD Museum Batik Pekalongan melakukan pengkajian dan penelitian guna menggali lebih dalam informasi koleksi yang berada di dalamnya.

Upaya itu sekaligus menambah daya tarik pengunjung baik dalam kota maupun luar Kota Pekalongan.

Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Akhmad Asror mengatakan, fungsi dasar museum di samping melakukan perawatan juga melaksanakan penelitian koleksi untuk dikomunikasikan kepada masyarakat.

Baca juga: 18 Ribu orang Kunjungi Museum Batik Pekalongan, Akhmad: Target Pengunjung Pelajar Sudah Tercapai

"Karena kami di bawah naungan pemerintah kota, untuk penelitiannya memang kita tidak ada SDM sehingga kita bekerjasama dengan perguruan tinggi yaitu Universitas Pekalongan," ujar dia.

"Karena disana terdapat program studi teknik batik, jadi kita gandeng dosen yang paham dan menaungi batik dari sana," kata Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan Ahmad Asror saat rilis yang diterima Tribunmuria.com, Senin (12/12/2022). 

Dijelaskan Asror, dulu ketika batik menjadi koleksi museum memang tidak seluruhnya memiliki informasi rinci, sehingga perlu digali lebih dalam agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan.

"Menyasar masyarakat terutama segmentasi pelajar baik SMK maupun mahasiswa, pihaknya berharap mereka lebih mengerti dan respect dengan koleksi Museum Batik," jelasnya.

Baca juga: Tren Fashion Batik Milenial, Inggit Soraya : Mampu Bangkitkan Ekonomi Kota Pekalongan

Pihaknya menyebutkan, terdapat 7 koleksi mewakili batik pesisiran dan pecinan yang sudah dilakukan pengkajian, dan nantinya akan dilakukan secara bertahap untuk seluruh koleksi.

Meskipun belum banyak hasil kajian, akan ditunjukkan dalam bentuk artikel maupun buku.

"Meskipun belum seluruh koleksinya dikaji, karena memang prosesnya tidak sesingkat yang dibayangkan, butuh waktu dan proses penelaahan mendalam yang cukup lama. Semoga, bisa bertahap seluruh koleksi dikaji dan dipublikasikan ke masyarakat," tambahnya. (Dro)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved