Berita Kudus

Melintasi Jembatan Apung di Setrokalangan Kudus: Warga Dipungut Rp2.000, Pelajar Gratis Melintas

Warga Setrokalangan, Kudus dan warga Kedungwaru, Demak, bisa melintasi jembatan apung di Sungai Wulan dengan tarif Rp2.000. Untuk pelajar gratis.

Penulis: Saiful Ma'Sum | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Saiful Masum
Sejumlah pekerja sedang merampungkan pembangunan konstruksi jembatan apung sebagai penghubung Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Dema, Kamis (1/12/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak bakal mempunyai jembatan baru yang melintasi Sungai Wulan awal pekan depan. 

Jembatan sepanjang 70-100 meter dengan lebar 2,5 meter ditarget selesai dan bisa digunakan pada 5 Desember.

Uniknya, jembatan tersebut dibuat mengapung di atas aliran sungai, di mana badan jembatan yang terbuat dari kayu ditopang drum-drum di bawah konstruksi jembatan.

Sejumlah pekerja sedang merampungkan pembangunan konstruksi jembatan apung sebagai penghubung Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Dema, Kamis (1/12/2022).
Sejumlah pekerja sedang merampungkan pembangunan konstruksi jembatan apung sebagai penghubung Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Dema, Kamis (1/12/2022). (TribunMuria.com/Saiful Masum)

Dengan dibangunnya jembatan itu, warga tidak perlu was-was lagi jembatan hanyut ketika Sungai Wulan banjir.

Selain didesain bisa mengapung, badan jembatan juga dipasang tali pengait untuk menahan jembatan agar tidak terbawa derasnya arus sungai.

Pengelola jembatan, Suwarno (44) mengatakan, jembatan tersebut dibangun oleh investor swasta dari luar daerah.

Kata dia, jembatan mulai dibangun sekiranya dua pekan lalu, setelah jembatan aslinya (Sasak) hanyut lagi.

"Pembangunan sudah berjalan dua pekan, ditarget bisa dioperasionalkan Senin depan," terangnya, Kamis (1/12/2022).

Suwarno menyebut, tidak ada kenaikan tarif warga yang melintasi jembatan, yaitu tetap Rp2.000 pulang pergi (PP).

Meskipun konstruksi jembatan baru dengan menelan anggaran, dia memastikan, pelajar yang hendak melintasi jembatan apung gratis.

Kata Suwarno, pelayanan gratis kepada pelajar dalam rangka mendukung majunya pendidikan di Kabupaten Kudus, dan Indonesia pada umumnya.

"Biasanya yang lewat ada 2000-an orang setiap harinya. Sekarang sudah bisa simpangan, namun diperuntukkan kendaraan roda dua," ujar dia. 

Jembatan sasak yang disulap menjadi jembatan apung tersebut diperuntukkan dalam rangka membantu masyarakat pinggiran di dua kabupaten, Kudus dan Demak. 

Biasanya, jembatan tersebut mayoritas dimanfaatkan warga Demak yang bekerja sebagai buruh rokok di wilayah Kabupaten Kudus.

Halaman
1234
Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved