Berita Kudus

Mengenal Nasi Tomplingan, 400 Bungkus Dibagi-bagikan dalam Festival Pager Mangkok di Piji Wetan

400 nasi tomplingan dibagi-bagikan dalam Festival Pager Mangkok di PIji Wetan, Desa Lau, Dawe, Kudus. Apa itu nasi tomplingan? Ini penjelasannya.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Yayan Isro Roziki
Tribunmuria.com/Rezanda Akbar
Sebelum dibagi-bagikan, nasi tomplingan didoakan dan dikirab keliling kampung dalam Festival Pager Mangkok di Piji Wetan, Kudus, Jumat (25/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus kembali menggelar Festival Pager Mangkok, Jumat (25/11/2022).

Festival Pager Mangkok dimulai dengan ritual doa di Punden Depok, dilanjutkan dengan kirab budaya.

Satu di antara yang dikirab adalah 400 nasi tomplingan, yang kemudian dibagi-bagikan kepada warga yang hadir.

Apa itu nasi tomplingan?

Nasi tomplingan yang dikirab dan dibagikan kepada masyarakat dalam Festival Pager Mangkok di Piji Wetan, Kudus, Jumat (25/11/2022).
Nasi tomplingan yang dikirab dan dibagikan kepada masyarakat dalam Festival Pager Mangkok di Piji Wetan, Kudus, Jumat (25/11/2022). (Tribunmuria.com/Rezanda Akbar)

Nasi tomplingan sendiri berisi nasi putih dengan isian berupa sambal, mie, dan tahu tempe yang dibungkus daun pisang. 

Nasi yang dibungkus daun pisang itu menjadi simbol praktik bersedekah yang diajarkan oleh Sunan Muria.

Lestarikan budaya aweh

Koordinator Kirab Pager Mangkok, Eko Purnomo mengatakan kirab dan ritual doa dalam Festival Pager Mangkok ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya weweh atau aweh yang diartikan bersedekah di tengah masyarakat.

Hal tersebut sebagaimana filosofi pagerono omahmu nganggo mangkok.

"Lewat filosofi pager mangkok ini, masyarakat diminta untuk senang bersedekah, dan memberi pertolongan kepada liyan, walau sekadar makan dan minum," kata Eko Purnomo, Panitia Kirab Budaya Pager Mangkok, Jumat (25/11/2022).

Kirab pager mangkok dalam rangka HUT ke-2 KBPW ini dimulai dari rute awal Panggung Ngepringan menuju Punden Depok Dukuh Piji Wetan Desa Lau, Dawe, Kudus

Gunungan hasil bumi dan nasi tomplingan diarak menuju Depok untuk melangsungkan prosesi dan ritual doa pager mangkok.

"Semua warga piji wetan dari RT 3, 4, 5, 6, 7, instansi pendidikan, Ibu PKK, dan masyarakat sekitar turut memeriahkan acara kirab."

"Tak berselang lama, setelah prosesi ritual doa, 400 nasi tomplingan habis dibagikan ke peserta kirab," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved