Berita Blora
Janggal, Pegawai RSUD Blora Paksa Pasien BPJS Kesehatan Bayar Cash Rp6 Juta saat Tengah Malam
Dua pegawai RSUD dr R Soetijono Blora memaksa keluarga pasien BPJS Kesehatan untuk membayar cash biaya adminitrasi perawatan saat tengah malam.
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
Karenanya, dia meminta partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi pelayanan di RSUD Blora.
"Kita butuh masukan dari masyarakat, tentu saja supaya kedepannya RSUD Blora memberikan pelayanan yang semakin prima," kata Puji Basuki.
Pasien BPJS Kesehatan diminta bayar cash tengah malam
Diketahui, salah seorang keluarga pasien RSUD Blora bernama Agus Ariyanto, membeberkan adanya kejanggalan terkait uang administrasi sekitar Rp6 juta yang diminta petugas rumah sakit untuk dibayarkan secara cash, tidak boleh via transfer melalui ATM maupun M-Banking.
Padahal waktu itu menunjukkan sudah larut malam.
Selain memaksa keluarga pasien membayar uang administrasi Rp6 juta, petugas RSUD Blora juga tak memberikan nota rincian biaya jasa perawatan terhadap pasien.
Namun demikian, keluarga pasien kukuh meminta bukti rincian, meski hanya dokumentasi via foto atau video.
Kejanggalan lain terungkap, dalam rincian nota perawatan pasien, terdapat tulisan "BPJS Kesehatan Non PBI'.
"Nah di situ kan aneh, saya tambah bingung lah. Padahal saya mbayar cash, kok begini," terang Agus.
Agus berharap dari peristiwa yang terjadi ini menjadi yang terakhir dan pelayanan RSUD dr R Soetijono Blora bisa diperbaiki.
Semata-mata, supaya masyarakat lebih percaya lagi saat berobat di daerahnya sendiri.
"Karena faktanya, banyak orang Blora yang berobat ke luar daerah, mungkin ya karena seperti ini pelayanannya di sini," pungkasnya. (kim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/RSUD-dr-R-Soetijono-Blora.jpg)