Berita Jateng
Libatkan Petani Kopi, Pemkab Semarang Mulai Kembangkan Kopi Arabika
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang tengah mencoba merambah produksi pertanian kopi arabika di Kabupaten Semarang
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Raka F Pujangga
dok. Dispertanikap Kabupaten Semarang.
Dispertanikap Kabupaten Semarang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Temu Usaha Perkopian yang melibatkan sekitar 30-an petani dari lima kecamatan di Kedai Kopi Gayeng, Dusun Tompak, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis (17/11/2022).
Petik merah sendiri merupakan proses pemanenan untuk menyeleksi buah matang dari awal.
Baca juga: Kopi Temanggung Go Internasional, Petani Kopi Berteman Ekspor 20 Ton Arabica ke Eropa
Biasanya, petik merah dilakukan pada awal dan pertengahan musim panen, berbeda dengan masa panen raya.
“Sehingga harga jualnya anjlok sampai di bawah kopi robusta.
Jika kopi para petani mau melakukan petik merah, harga keekonomiannya cukup tinggi.
Saat ini, harga greenbean kopi arabika bisa mencapai Rp 80.000 per kilogram,” sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Bimtek-Temu-Usaha-Perkopian-di-Kabupaten-Semarang.jpg)