Berita Jateng
Libatkan Petani Kopi, Pemkab Semarang Mulai Kembangkan Kopi Arabika
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang tengah mencoba merambah produksi pertanian kopi arabika di Kabupaten Semarang
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang tengah mencoba merambah produksi pertanian kopi arabika di lahan-lahan Kabupaten Semarang.
Produksi kopi arabika sendiri bertujuan untuk mengimbangi komoditas kopi berjenis robusta yang selama ini sudah berjalan di Kabupaten Semarang selama tiga tahun terakhir.
Menurut penuturan Kasie Perkebunan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Rusi Ambarwati, terdapat lima wilayah kecamatan potensial yang ditunjuk untuk pengembangan budidaya kopi tersebut, yaitu Jambu, Sumowono, Bandungan, Banyubiru, dan Getasan.
Baca juga: Kedai Kopi Menjamur, Harso Widodo: Yang Punya NIB Hanya 27 di Kudus
“Sehingga proyeksinya dalam tiga tahun ke depan Kabupaten Semarang sudah siap memproduksi kopi arabika,” ungkapnya kepada Tribunmuria.com, Kamis (17/11/2022).
Pemerintah Kabupaten Semarang sendiri mendapatkan dukungan sebanyak 30 ribu benih kopi arabika dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).
Benih-benih kopi arabika rencananya akan ditanam di kelima wilayah potensial tersebut.
Rusi menerangkan, pihaknya telah memilih lokasi-lokasi yang paling cocok untuk ditanam oleh Puslitkoka.
“Di mana ketinggian lahannya harus di atas 1.000 mdpl lebih, kemudian aspek lain yaitu kondisi tanah dan sebagainya,” imbuhnya.
Pengembangan kopi arabika itu juga sebagai bentuk tindaklanjut dari kegiatan Kontes Kopi Nasional yang digelar saat kegiatan Kabupaten Semarang Expo (Kasmex) 2022, pertengahan Oktober 2022 lalu.
Dispertanikap sendiri juga telah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Temu Usaha Perkopian yang melibatkan sekitar 30-an petani dari lima kecamatan di Kedai Kopi Gayeng, Dusun Tompak, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Baca juga: Produk Kopi Lokal Temanggung Pasang Wajah Ganjar Pranowo, Ternyata Ini Dampaknya
“Para petani diberi pembekalan terkait teknis pesemaian, perawatan tanaman dan lain sebagianya.
Tujuannya agar tanaman kopi arabika yang dibudidayakan mampu berproduksi maksimal,” imbuh Rusi.
Menurutnya, wilayah dengan lahan yang potensial saja tidaklah cukup.
Maka, Rusi menegaskan akan tetap membimbing dan mendorong para petani agar produksinya bisa maksimal.
Sementara itu, seorang petani kopi asal Kecamatan Jambu, Antep Rosit mengatakan, kendala yang dialami oleh para sesama petani di wilayahnya yakni kebiasaan yang tidak sabar karena memetik sebelum petik merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Bimtek-Temu-Usaha-Perkopian-di-Kabupaten-Semarang.jpg)