Berita Jateng

Menaker Ida Fauziyah Bagi-bagi BSU di Tegal, 3.648 Pekerja Gembira

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, menyerahkan secara simbolis Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2022 bagi pekerja

Desta Leila
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, saat melakukan kunjungan dan berbincang dengan para pekerja di PT Leea Footwear Indonesia dan PT The Winners International, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Kamis (22/9/2022). Pada kesempatan ini, Menaker sekaligus menyerahkan secara simbolis Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2022. 

"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk membantu bapak, ibu meringankan beban pengeluaran rumah tangga terutama di sektor transportasi, termasuk pembelian BBM kendaraan bermotor," kata Umi. 

Untuk Pemkab Tegal sendiri, Umi mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran APBD Kabupaten Tegal 2022 senilai Rp 5,35 miliar sebagai kompensasi atas pengalihan subsidi BBM. 

Dari jumlah tersebut, Rp 4,5 miliar diantaranya dialokasikan untuk bantuan sosial tunai (BST) kepada 6.000 pelaku UMKM, 2.476 nelayan, dan 1.532 keluarga penerima manfaat (KPM) supir angkutan dan tukang ojek. 

BST ini akan diserahkan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 150 ribu per bulan yang akan diberikan selama tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember 2022.

Adapun anggaran Rp 750 juta selebihnya akan dialokasikan untuk penciptaan lapangan kerja melalui kegiatan padat karya. 

Sisanya yang Rp 100 juta akan kami gunakan untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan keterampilan dan bantuan alat kerja.

"Saya ingin menitip pesan kepada seluruh elemen masyarakat termasuk pekerja, untuk berpartisipasi dalam proses program pendataan registrasi sosial-ekonomi 2022 pada Oktober hingga November mendatang. Caranya dengan memberikan data sebenar-benarnya kepada petugas sensus yang akan mendatangi rumah bapak, ibu," pesan Umi. 

Melalui pendataan ini, lanjut Umi, bisa memperoleh data kondisi sosial-ekonomi yang mutakhir dan akurat sebagai data tunggal, acuan penentuan target sasaran program bansos, dan perlindungan sosial untuk efektivitas pembangunan ke depan.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan (Bpjamsostek) Kantor Wilayah Jateng dan DIY, Cahyaning Indriasari, menambahkan salah satu persyaratan bagi penerima BSU nominal gaji maksimal Rp 3,5 juta, dibawah Rp 3,5 juta, atau sesuai UMK setempat. 

Ia pun tidak menampik jika terdapat kendala pada penyaluran BSU ini terutama pendataan yang belum lengkap atau belum valid.  

Sedangkan untuk jumlah pekerja di Jateng-DIY yang berpotensi menerima BSU kurang lebih 2,3 juta pekerja. 

Namun jumlah tersebut masih melewati beberapa tahap verifikasi, dicek kembali karena tidak boleh double mendapat bantuan. 

Apakah sudah terdaftar sebagai penerima PKH atau bantuan yang lainnya. 

"Sesuai yang tertera dipersyaratan, BSU disalurkan melalui rekening Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sehingga masih ada pekerja yang rekeningnya belum di himbara. Maka kami sudah berkoordinasi dengan perbankan khususnya di Jateng supaya percepatan jemput bola ke perusahaan untuk membantu para pekerja," terangnya. 

Salah satu penerima BSU, Muhammad Faisal, mengaku senang dan bersyukur menerima BSU sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah melalui Kemenaker. 

"BSU ini sangat membantu saya dan teman-teman yang lain. Terutama untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan keperluan transportasi kerja. Ya alhamdulillah saya sangat bersykur, dan mengucapkan terimakasih," imbuh Faisal. (dta) 

 

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved