Berita Pati
Video Wali Murid SDN Dukuhseti 02 Pati Protes Tanah Sekolah Diambil Balai Desa
Sengketa Lahan SDN Dukuhseti 02 Pati, Muncul Tagar #WaliMuridMelawan, Siswa Diminta Mogok Sekolah
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Hermawan Handaka
Yong mengakui, memang tanah SD masih jadi sengketa.
Namun sengketa tersebut bukan dengan pihak desa, melainkan dengan seorang warga bernama Sunari.
“Yang sengketa SD dengan Bapak Sunari, kok anehnya tanah ini dicaplok pihak ketiga."
"Saya mohon pemerintah segera selesaikan sengketa tanah antara SD Dukuhseti 02 dengan pemilik sertifikat atas nama Bapak Sunari, diselesaikan secara hukum, bila perlu lewat pengadilan."
"Menurut kami terbitnya sertifikat itu banyak kejanggalan. Akan diuji kebenarannya di pengadilan,” tandas Yong.
Kepala SDN Dukuhseti 02 Supriyadi mengakui, permasalahan ini mengganggu aktivitas sekolah.
“Hari ini siswa tidak masuk, saya baca di grup SD atas nama komite dan wali murid untuk menghentikan, mogok (masuk sekolah) karena kasus ini,” kata dia, Selasa (17/5/2022).
Namun, dampak yang paling terasa akibat adanya perselisihan mengenai tanah ini ialah kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw.
“Kegiatan ekskul terganggu karena ada dua lapangan sepak takraw yang merupakan andalan SD kami, bahkan kami ditunjuk KONI sebagai pusat pengembangan sepak takraw di Pati,” jelas dia.
Kronologi sengketa lahan SDN Dukuhseti 02
Jika dirunut, lanjut Supriyadi, permasalahan ini mulai muncul pada Februari 2021.
Awalnya pihak desa menyampaikan pada dirinya bahwa lahan SD akan diminta sekitar 3-5 meter.
“Saya menyampaikan, kalau minta dengan cara itu ya berhadapan dengan saya."
"Jadi saya minta agar kepala desa membuat permohonan, meminta pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, lahan berapa yang dikehendaki, kalau dinas memberi, saya tidak berhak melarang karena saya hanya pelaksana tugas di sini,” kata dia.
Pada Rabu (30/3/2022) lalu, Kantor Kecamatan Dukuhseti memfasilitasi pertemuan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah.