Kamis, 21 Mei 2026

Bencana Petungkriyono

Longsor di Petungkriyono Pekalongan: 11 Korban Tewas Tertimbun, Akses Jalan Tertutup

Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. 11 korban tewas tertimbun, akses jalan tertutup material longsor.

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
Kolase foto kondisi wilayah bencana di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, setelah diterjang banjir dan tanah longsor, Selasa (21/1/2025). 

TRIBUNMURIA.COM, KAJEN - Bencana alam tanah longsor dan banjir bandang memporak-porandakan Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (20/1/2025).

Saat itu wilayah Kabupaten Pekalongan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. 

Selain, di Kecamatan Petungkriyono, banjir juga meredam di wilayah Kedungwuni, Wonopringgo, dan Talun.

Baca juga: Cerita Korban Banjir Tanggul Kali Bodri Kendal Jebol: Suara Germuruh Air Bah Setinggi 2 Meter

Baca juga: Banjir Grobogan Rendam Rel Kereta di Jalur Gubug-Karangjati, Perjalanan KA Terganggu

Baca juga: Jembatan Kali Belo Tersono Putus, Pj Bupati Batang Siapkan Skenario Darurat: Bisa Dilintasi Motor

Di Kecamatan Petungkriyono, daerah yang paling parah dihantam tanah longsor berada di Desa Kasimpar.

Dari kejadian ini juga ada korban jiwa.

Berdasarkan data yang diterima Tribunmuria.com, Selasa (21/1/2025), warga sekitar sedang mencari korban yang tertimbun karena longsor.

Bahkan video yang tersebar di sosial media, sudah ada beberapa korban jiwa yang berhasil ditemukan.

Terlihat juga mobil-mobil yang terkena dampak dari bencana longsor dan banjir bandang.

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Sementara informasi yang meninggal dunia ada 11 orang dan yang sudah ditemukan 4 orang. Ini masih proses evakuasi korban."

"Ini masih bisa berubah. Sementara sudah diketemukan 4 orang," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar.

Akbar mengungkapkan, kronologinya, hujan terjadi sejak Senin dan curah hujan tinggi di daerah atas khususnya wilayah Kabupaten Pekalongan bagian selatan.

"Ini pun juga berakibat pada longsor di beberapa titik, ada Desa kasimpar, Tlogohendro, Gumelem juga ada," ungkapnya.

Saat ini, akses menuju ke Petungkriyono terputus sementara pemerintah lagi buka akses menuju ke Petungkriyono untuk memberikan bantuan relawan SAR dan logistik.

"Jembatan untuk akses utama terputus, lalu longsor juga masih ada."

"Kemungkinan yang bisa dilewati melalui Wanyasa, Banjarnegara," imbuhnya. (dro)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved