Senin, 27 April 2026

Pemilu 2024

Ihwal Pemilu 2024 Susulan di Demak, Bupati Eistianah: Usulan KPU Digelar 24 Februari

Coblosan susulan Pemilu 2024 di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, diusulkan dilaksanakan pada 24 Februari 2024 mendatang.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Yayan Isro Roziki
KOMPAS.com
Ilustrasi pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara setelah melakukan pencoblosan. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS – Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, Pemilu susulan yang akan digelar untuk warga korban banjir di Kecamatan Karanganyar rencananya akan berlangsung 24 Februari 2024.

Usulan ini sudah disampaikan oleh KPU Demak ke KPU RI.

“KPU Demak sudah izin ke KPU RI melalui KPU Provinsi,” kata Eisti’anah saat rapat koordinasi penanganan banjir di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (16/2/2024).

Baca juga: Trust Issue, KPU Akui Salah Input Data Hasil Suara dan Potensi Pemilihan Ulang di Ribuan TPS

Baca juga: Anggota Satlinmas di Cilacap Meninggal Dunia seusai TPS, Sempat Muntah-muntah, Ini Kata Dokter

Baca juga: Bawaslu Sebut Pelanggaran Netralitas ASN Masif, Anies dan Ganjar Bakal Gugat Hasil Pilpres ke MK?

Pemilu susulan ini akan berlangsung di 10 Desa di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak.

Desa- desa itu meliputi Desa Wonoketingal, Cangkringrembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplik Wetan, Wonorejo, Karanganyar, Ketanjung, dan Jatirejo.

Untuk jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu susulan itu ada sebanyak 114 TPS. Jumlah pemilih yang akan mengikuti Pemilu susulan yaitu sebanyak 27.699 orang.

Kesiapan Pemilu susuan ini juga menunggu kesiapan penyelenggara di setiap desa.

Eisti’anah mengatakan, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ada di desa juga diminta untuk mendata pengungsi.

“Jika nanti (TPS) masih tergenang, dialihkan ke TPS yang aman,” kata Eisti’anah.

Sementara dalam rapat koordinasi tersebut juga membahas antipasti kejadian serupa di masa mendatang.

Pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Kudus terus menjalin koordinasi.

Kemudian untuk penanganan tanggul jebol, pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Termasuk penanggulangan tanggul-tanggul sungai yang kritis agar ke depan tidak terjadi kejadian serupa,” kata Esti’anah. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved