Berita Kudus
Hendi LKPP Peringatkan Lembaga Pemerintah: Jangan Main-main dalam Pengadaan Barang/Jasa
Kepala LKPP Hendrar Prihadi (Hendi) memperingatkan kepada lembaga pemerintah agar berhati-hati dan tak serampangan dalam pengadaan barang/jasa.
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Yayan Isro Roziki
Sehingga memerlukan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam pelaksanaannya agar tidak ada penyalahgunaan anggaran.
"Kita semua kerja dengan baik, lempeng, buktikan ke masyarakat bahwa pemerintah hari ini baik, untuk kemudian membangun wilayah, negara bersama dengan masyarakat," tutur dia.
Mantan Walikota Semarang itu menambahkan, pada Januari 2024 mendatang, setiap lembaga pemerintah daerah harus mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang pengadaan barang/jasa melalui e-katalog.
Jika SDM belum siap, harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain agar bisa melakukan pelelangan di kota/kabupaten yang sudah siap.
Agar semuanya bisa menjalankan sistem pengadaan barang/jasa secara katalog elektronik.
"Lewat e-katalog, rekam jejak atau data base tersimpan terus."
"Gunakan uang negara untuk kepentingan yang tepat, bemanfaat, taat asas, dan taat prosedural."
"Kami sudah diminta supervisi, hasilnya ada efisiensi anggaran hingga Rp2,03 triliun dari pengadaan pupuk, alat kesehatan, logistik pemilu, dan beberapa kategori lainnya," ucapnya.
Kepala Biro Administrasi Pengadaan Barang/Jasa Provinsi Jawa Tengah, Yasip Khasani menerangkan, kebijakan e-katalog ada pada LKPP.
Sementara provinsi melaksanakan strateginya.
Kata dia, ada dua strategi yang disiapkan pemerintah provinsi.
Pertama, Jateng Satu Harga, yaitu program meminimalisir resiko markup harga tinggi, sehingga perlu dilakukan konsolidasi dan negosiasi.
Program ini berupa pengadaan barang medis habis pakai (BMHL) dan alat kesehatan.
Kedua adalah Blangkon Jateng yaitu satu wadah untuk UMKM bertransaksi di pemerintah.
"Dua program itu untuk mendorong efisiensi layanan, bebas ongkos kirim, pelatihan, penambahan masa garansi, sehingga kelihatan berapa efisiensi yang bisa dihitung."
"Ini langkah Jateng mendorong UMKM lebih maju dan mendunia."
"Nanti akan ada lagi untuk komoditas yang dimungkinkan, seperti mebeler, reservasi jalan dan lain sebagainya," terangnya. (sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Kepala-LKPP-Hendrar-Prihadi-membuka-workshop.jpg)