Berita Jepara
Jejak Sejarah Perjuangan RMAA Kusumo Utoyo, Bupati Jepara 1905-1923: Sosok Priyayi Tercerahkan
RMAA Kusumo Utoyo adalah Bupati Jepara 1905-1923, sosok priyayi, bangsawan, & birokrat yang tercerahkan. Berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Yayan Isro Roziki
“Dalam pergerakan nasional merupakan usaha untuk menyatukan usaha dengan penuh kesadaran untuk menyatukan seluruh lapisan tanpa kecenderungan suatu kepentingan,” tutur Atashendartini.
Cucu Kusumo Utoyo itu juga menceritakan waktu itu tanah hanya boleh disewakan pada partikelir.
Pada masa itu, semula para petani yang biasa menanam jagung atau padi hanya diperbolehkan menanam tanaman sesuai perintah partikelir.
Kusumo Utoyo melihat masyarakat menjadi semakin miskin. Sehingga sudah saatnya anak pribumi diberi martabat setara dengan kolonial Belanda.
Kurator Koleksi Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jaka Perbawa mengutip kalimat seorang sejarawan Anhar Gonggong.
Disebutnya, Anhar pernah bicara masa-masa pergerakan nasional, politik etis adalah momen lahirnya orang-orang terpelajar, orang cerdas, kaum priyayi dengan Pendidikan tinggi.
Namun, ada golongan priyayi yang bukan hanya cerdas dan berpendidikan tinggi tapi juga jadi generasi yang tercerahkan.
“Bapak Kusumo Utoyo sebagai contoh yang tercerahkan. Karena ada juga kaum priyayi yang hanya berlindung di bawah ketiak kolonial."
"Namun, tokoh-tokoh Boedi Oetomo melihat kondisi bangdanya sendiri. Masih banyak yang tidak bisa sekolah, tidak bisa berpendapat,” papar Perbawa.
Dalam diskusi yang dihadiri beragam kalangan dari pemerhati budaya, pelajar, perwakilan dinas, dan masyarakat tersebut berlangsung cukup menarik.
Sebab, cerita mengenai kenangan R.M.A.A. Kusumo Utoyo semasa hidup juga turut diungkapkan oleh rombongan cucu-cucu Kusumo Utoyo yang juga ikut hadir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/diskusi-olies-bupati-jepara-kusumo-utoyo.jpg)