Selasa, 19 Mei 2026

Pelabuhan Jongor Terbakar

52 Kapal Terbakar di Jongor Tegal, Ganjar Minta Pengelolaan Pelabuhan Nelayan Dievaluasi

52 kapal nelayan terbakar saat Pelabuhan Jongor dilalap api. Banyaknya kapal yang terbakar, Ganjar meminta pengelolaan pelabuhan dievaluasi

Tayang:
TribunMuria.com/Fajar Bahruddin Achmad
Tim Labfor Polda Jateng memasang garis polisi di kapal yang diduga terbakar pertama kali di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Selasa (15/8/2023). 

52 kapal nelayan terbakar saat Pelabuhan Jongor dilalap api. Banyaknya kapal yang terbakar, Ganjar meminta pengelolaan pelabuhan dengan mekanisme tambat kapal yang berhimpitan dievaluasi.

TRIBUNMURIA.COM, TEGAL - Kebakaran melanda Pelabuhan Jongor, Tegal, Senin (14/8/2023) malam.

Hingga Selasa (15/8) dikabarkan sebanyak 52 kapal nelayan terbakar akibat peristiwa itu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sudah mengirimkan tim ke lapangan untuk melakukan tindakan.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kebakaran Pelabuhan Jongor Tegal, 12 Jam Belum Padam, 52 Kapal Nelayan Hangus

Baca juga: Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Miliar, Polda Jateng Selidiki Kebakaran Pelabuhan Jongor Tegal

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemkot Tegal terkait musibah itu.

"Sampai pagi ini, Wali Kota Tegal terus mengupdate, tim dari Pemprov juga sudah kami turunkan ke lapangan."

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu," kata Ganjar ditemui di Semarang, Selasa (15/8).

Penanganan kebakaran lanjut Ganjar terus dilakukan.

Tim Pemprov dan Pemkot Tegal serta pihak terkait termasuk kepolisian dan pemadam kebakaran sedang bekerja di lapangan.

"Saya juga minta Wali Kota Tegal untuk mendata, termasuk mengecek apakah kapal yang terbakar itu diasuransikan."

"Kalau tidak, kita berikan bantuan," jelasnya.

Ganjar mengatakan, kebakaran kapal di pelabuhan Jateng beberapa kali terjadi.

Banyaknya kapal yang terbakar, menurut Ganjar, menjadi evaluasi terhadap pengelolaan pelabuhan.

Menurutnya, dengan mekanisme tambat kapal yang berhimpitan, maka bencana kebakaran akan cepat merambat.

Untuk itu, ia meminta semua pihak termasuk pengelola pelabuhan melakukan evaluasi.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved