Kasus Inses Purwokerto

Warga Cium Hubungan Tak Wajar Sebelum Temuan Kerangka Bayi Hasil Inses Bapak & Anak di Purwokerto

Warga mengungkapkan, sudah mencium hubungan tak wajar antara bapak dan anak sebelum penemuan kerangka bayi hasil hubungan inses di Purwokerto.

|
TribunMuria.com/Permata Putra Sejati
Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, PURWOKERTO - Warga RT 1/RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, mengungkapkan adanya kecurigaan hubungan tak wajar antara bapak dan anak, jauh sebelum kasus penemuan kerangka bayi mencuat.

Diketahui, 7 bayi hasil hubungan sedarah bapak dan anak kandung dibunuh setelah korban dilahirkan, kemudian dikuburkan di sebuah lahan milik milik Tomo -warga setempat.

Pembunuhan bayi-bayi hasil inses antara ayah dan putri kandungnya itu dilakukan sejak 2013 silam.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Inses Ayah dan Anak Kandung di Purwokerto, Ada 7 Anak Dibunuh setelah Dilahirkan

Baca juga: Pengakuan Tersangka Pembunuhan 7 Bayi Hasil Inses di Banyumas: Bisikan Guru Spiritual Supaya Kaya

Baca juga: Temuan Kerangka Bayi di Lahan Kosong di Tanjung Banyumas, Ketua RT: Dulu Dihuni Bapak dan Anak

Bayi-bayi hasil hubungan inses bapak-anak itu dikuburkan di lahan milik Tomo, yang berada di pinggir sungai, dekat permukiman padat penduduk di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan nama lengkapnya, T (35) mengatakan, memang warga menaruh kecurigaan adanya hubungan tak wajar antara bapak dan anak, sudah sejak lama. 

Hubungan tak wajar dimaksud adalah hubungan antara anak perempuan berinisial E (26) dan bapaknya R (57).

Namun demikian warga menilai kalau E adalah anak yang bisa bergaul dengan masyarakat.

Akan tetapi diakui apabila perilaku E berubah setelah adanya penemuan kerangka bayi tersebut dan langsung tidak dapat ditemui.

"E pernah melahirkan pada 12 tahun lalu. Itu hasil hubungan sama bapak kandungnya.

"Makanya mereka sempat diusir sama warga," katanya kepada Tribunmuria.com.

Bahkan warga sempat melihat dalam waktu yang belum lama ini E sempat terlihat gemuk. 

"'Belum terlalu lama, gemuk banget badannya," katanya. 

Dengan kejadian tersebut, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu mengatakan polisi akan berkoordiansi dengan stakeholder di Banyumas untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan masyarakat sekitar akan hal-hal mencurigakan.

"Kita ambil hikmah perlu peduli terhadap lingkungan, adanya Babinkamtibmas dan polisi RW tapi kalau tidak dibantu masyarakat sehingga tidak menjangkau itu. 

Kita perlu informasi sehingga diolah dan ditindak mencegah gangguan gangguan," kata Kapolres.

Halaman
123
Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved