Polemik Warek I UMK
Muncul Desakan Warek 1 UMK Dipecat, Yayasan Segera Tindaklanjuti Penyelesaian Persoalan
Yayasan Pembina UMK akan menindaklanjuti persoalan yang menyeret Warek 1 UMK, Sulistiyowat. Muncul desakan agar yayasan segera memecat Warek 1 UMK.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Pengurus Yayasan Universitas Muria Kudus (UMK) akan menindaklanjuti masalah yang menyeret nama Wakil Rektor 1 (Warek 1) UMK.
Konkretnya tindak lanjut tersebut akan dilakukan rapat internal oleh para pengurus Yayasan UMK.
Sebelumnya, muncul desakan dari Ketua IKA FH UMK, agar Warek 1 UMK Sulistyowati, dipecat dari jabatannya karena berperilaku tak elok dan menimbulkan kegaduhan.
Baca juga: Perilaku Warek 1 UMK Diduga Intimidasi Wisudawan Bikin Gaduh, Bupati Hartopo Angkat Bicara
Baca juga: Kuasa Hukum Tersangka: Ketum YP UMK Perintahkan Kerja Sama Muria Hospital dengan Dimas Kanjeng
Baca juga: Ratusan Mahasiswa UMK Menangis Bahagia, Sujud Syukur Sambut Kembalinya Kaprodi PGSD Masfuah
"Kami akan tindaklanjuti dengan rapat internal sesegera mungkin," kata Ketua Pengurus Yayasan UMK Wahyu Wardhana seusai audiensi di Pendopo Kudus, Selasa (6/6/2023).
Dalam audiensi ini dihadiri oleh sejumlah pihak. Mulai dari perwakilan mahasiswa, Ikatan Alumni Fakultas Hukum, Yayasan UMK, dan Bupati Kudus HM Hartopo.
Audiensi berlangsung tertutup sejak sekitar pukul 10.00 sampai pukul 12.00.
Dalam audiensi tersebut, kata Wahyu, ada dua pokok besar persoalan.
Pertama yaitu membahas masalah intimidasi yang dilakukan oleh Warek 1 Sulistyowati kepada mahasiswi Anisya Qona’ah dan masalah pemecatan terhadap Ketua Prodi PGSD Siti Masfuah.
“Poin besar yang disampaikan dalam audiensi tersebut pertama intimidasi mahasiswa dan pemecatan yang sudah kami koreksi,” kata Wahyu.
Terkait apa yang akan dilakukan oleh Yayasan UMK terhadap Wakil Rektor 1, Wahyu belum bisa memberikan jawaban.
Pasalnya hal ini perlu adanya rapat internal oleh pengurus yayasan.
Meski begitu, lanjutnya, pihaknya sudah pernah menegur Wakil Rektor 1.
“Kami harus hubungi rekan-rekan yayasan pengurus, pengawas, dan pembina,” tandas Wahyu.
Sementara itu Anisya Qona’ah yang mendapat intimidasi dari Wakil Rektor 1 merasa lega sebab dia bisa mengutarakan isi hatinya di hadapan sejumlah pihak saat audiensi.
Secara pribadi dia takut karena masalah intimidasi kini menjadi perhatian publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Ketua-Pengurus-Yayasan-UMK-Wahyu-Wardhana-saat-berada-di-Pendopo-Kudus-Selasa-662023.jpg)