Berita Semarang
Istri Gus Dur Pimpin Sahur Bersama Lintas Agama di Gereja Katolik Santo Ignatius Semarang
Istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yaitu Shinta Nuriyah Wahid, menggelar acara sahur bersama lintas agama di Gereja Katolik.
Penulis: Rahdyan Trijoko Pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yaitu Shinta Nuriyah Wahid, menggelar acara sahur bersama lintas agama di Gereja Katolik Santo Ignatius Loyola Banjardowo Semarang pada Minggu (2/4/2023).
Acara sahur bersama tersebut diselenggarakan di ruangan Fransiskus Xaverius gereja dan dihadiri oleh 400 undangan.
Kegiatan tersebut memberikan kesan kerukunan antar umat beragama karena mereka saling menyantap sahur bersama sambil berbincang-bincang.
Baca juga: Shinta Nuriyah Wahid Tausiyah Keagamaan dan Kebangsaan Ramadan di Kudus
Shinta Nuriyah merasa senang dan bahagia menghadiri sahur bersama tersebut.
Ia menganggap kegiatan sahur bersama sebagai miniatur dari Indonesia.
Menurutnya, "Sebuah taman yang dihiasi bunga-bungan. Menyatu menghiasi taman. Itulah yang disebut Indonesia. Ini merupakan suatu kebahagiaan."
Ia mengajak seluruh unsur masyarakat dan agama untuk saling menyayangi dan menghargai.
Shinta Nuriyah mengapresiasi kegiatan sahur bersama yang diselenggarakan di gereja tersebut dan mengatakan bahwa ia telah melakukannya sejak ia masih berada di istana dulu.
Shinta Nuriyah berharap agar antar umat beragama semakin rukun dan damai.
Menurutnya, kerukunan umat beragama menjadi kekuatan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kami harapkan bisa menjadi negara gemah ripah lohjinawi," ujarnya.
Pastor Keuskupan Agung, Romo Aloysius Budi Purnomo, menjelaskan bahwa acara sahur bersama merupakan program istri Gus Dur saat masih menjabat sebagai Presiden dan telah terus dijalankan hingga saat ini.
Kegiatan sahur bersama sempat terhenti karena pandemi Covid-19 pada tahun lalu.
Namun, pada tahun ini, Shinta Nuriyah telah membebaskan siapa saja yang ingin diundang.
Menurut Pastor Romo Aloysius Budi Purnomo, peserta yang hadir pada kegiatan sahur bersama berjumlah 400 undangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan kerukunan umat beragama yang telah terwujud.
"Begitu juga yang dipesan beliau, kita kendati berbeda-beda tetap satu nusa, satu bahasa, satu bangsa, NKRI," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/shinta-nuriyah-wahid-sahur-bersama-lintas-agama.jpg)