Berita Kudus
Jajanan Tradisional Intip Ketan, Kuliner Klangenan Warga Kudus saat Dhandhangan sebelum Ramadan
Menikmati sensasi kuliner khas intip ketan, jajanan yang hanya bisa ditemukan saat Dhandhangan yang digelar di Kudus saat jelang Ramadan.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Penganan atau jajanan tradisional intip ketan selalu ada setiap gelaran Dhandhangan di Kudus.
Dhandhangan adalah pasar tiban yang digelar setiap menjelang datanganya bulan suci Ramadan.
Pasar Dhandhangan sempat vakum selama tiga tahun, dampak pandemi Covid-19.
Kini, setelah pandemi Covid-19 melandai, Pemkab Kudus kembali menggelar Dhandhangan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1444 Hijriyah.
Tersedia beragam kuliner khas
Tiap kali digelar Dhandhangan, beragam kuliner khas, baik berupakan penganan maupun minuman, banyak dijual oleh para pelapak.
Tak jarang, sejumlah penganan yang dijajakan hanya pada saat Dhandhangan atau waktu tertentu lainnya.
Dengan kata lain, jajanan khas tersebut tak bisa dijumpai tiap hari.
Beragam kuliner berupa makanan dan minuman juga meramaikan tradisi ini.
Satu di antara jajanan tradisional tersebut adalah intip ketan yang memiliki rasa gurih dan sedikit manis.
Jajanan tersebut dapat ditemui di salah satunya yaitu di lapak Elvina Kristina sebagai generasi ke-4 penjual intip ketan.
“Intip ketan ini adanya saat Dhandhangan saja. Kalau hari biasa tidak ada, makannya yang menjadikan khasnya tradisi Dhandhangan ya jajanan ini," ucapnya, Kamis (6/3/2023).
Lantaran tiga tahun sebelumnya Dhandhangan tak digelar, kata Elvina, pada kesempatan kali ini intip ketan yang dijualnya laris manis.
Dagangannya habis hanya dalam tiga jam setelah lapak intip ketan digelar.
"Saat itu membawa tujuh kilo, habis pas Jam 19.00 WIB. Setiap harinya bawa bahan intip ketan dilebihkan," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/intip-ketan-dhandhangan.jpg)