Berita Solo

Ramadan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Ini Rencana Kegiatan Sebulan Penuh

Masjid Raya Sheikh Zayed (MRSZ) Solo sudah resmi dibuka untuk umum pada Selasa (28/2/2023) lalu. Lalu, seperti apa kegiatan saat ramadan di masjid itu

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Muhammad Olies
TribunSolo.com/Adi Surya
Suasana Jalan Mentawai 1 kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Senin (14/11/2022). Masjid diresmikan Presiden Joko Widodo dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) shalat di Masjid Raya Sheikh Zayed Al Nahyan. 

TRIBUNMURIA.COM, SOLO - Masjid Raya Sheikh Zayed (MRSZ) Solo sudah resmi dibuka untuk umum pada Selasa (28/2/2023) lalu.

Pembukaan masjid hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) itu juga ditandai dengan pengajian memperingati Isra' Mi'raj yang dihadiri oleh Wapres, Ma'ruf Amin.

Diharapkan, masjid tersebut juga akan menjadi pusat penyiaran Islam yang ada di Kota Bengawan.

Lalu, seperti apa kegiatan saat ramadan di masjid tersebut?

Direktur MRSZ Solo, Munajat, menyampaikan terkait kegiatan saat ramadan secara umum sama seperti masjid-masjid lainnya.

Dia menuturkan, pada saat ramadan nanti pada pukul 03.00 WIB akan ada tarhim.

Setelah itu ada salat subuh berjamaah, setelah salat direncanakan akan ada kajian.

"Cuma narsum (kajian) masih belum pasti. Setelah itu sebelum salat dzuhur ada kajian tafsir. Setelah salat dzuhur ada semaan Alquran," ucapnya kepada Tribun Jateng melalui sambungan telepon, Kamis (9/3/2023).

Baca juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Dibuka 28 Februari Ini, Khusus Ramadan Ada Lima Imam dari UEA

Baca juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Sudah Diresmikan Jokowi, Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Munajat menuturkan, pada saat semaan Alquran nanti akan dipimpin oleh sheikh dari UEA. Nantinya semaan akan diikuti oleh jamaah yang ada di MRSZ Solo.

Setelah semaan Alquran akan dilanjutkan salat ashar berjamaah. Lalu dilanjutkan menunggu buka bersama dan pihak masjid sudah menyediakan takjil atau iftar.

"Tapi nanti buka (berbuka puasa) hanya boleh ditenda, tidak boleh di dalam masjid," ungkapnya.

Setelah berbuka puasa, dilanjut salat magrib berjamaah. Lalu salat isya berjamaah dan dilanjut tarawih.

"Ini masih dinamis. Yakni terkait dengan narasumber, kita nyari orang-orang top (ulama) kan sudah dibooking rata-rata," jelasnya.

Selain itu, lanjut Munajat, terkait fasilitas di MRSZ Solo belum lengkap, misalnya mesin kompresor atau AC belum datang. 

"Ini AC kan masih 50-60 persen, rencananya dulu kan 24 jam (buka). Kalau kita paksakan (buka 24 jam) kan gak nyaman semua," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved