Peduli Disabilitas

Punya Anak Penyandang Cerebral Palsy? Silakan Terapi di Kota Semarang, Dijamin Gratis

Kota Semarang kini memiliki ruang terapi untuk anak-anak disabilitas khusunya celebral palsy. Ruang terapi tersebut baru saja diresmikan Menteri PPPA

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Muhammad Olies
Tribunmuria.com/ EKA YULIANTI FAJLIN 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyapa para penyandang disabilitas usai meresmikan Ruang Terapi, di Kecamatan Semarang Barat, Selasa (21/2/2023).    

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kota Semarang kini memiliki ruang terapi untuk anak-anak disabilitas khusunya celebral palsy.

Ruang terapi tersebut baru saja diresmikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Selasa (21/2/2023).

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, ruang terapi ini merupakan perluasan dari rumah difabel Semar Cakep yang yang berada di Kecamatan Semarang Barat.

Hadirnya ruang terapi ini memberikan kemudahan bagi penyandang celebral palsy sehingga tidak perlu ke rumah sakit untuk mengikuti terapi.

"Terapi rutin, gratis. Ini merupakan kolaborasi pemkot dengan CSR diantaranya Pertamina, RS Panti Wilasa, Columbia, dan perhimpunan dokter syaraf," sebut Mbak Ita, sapaannya.

Tak hanya terapi, Pemerintah Kota Semarang juga melakukan pendampingan terhadap orang tuanya beserta nak-anak khususnya yang mengalami celebral palsy.

Anak-anak bisa melakukan terapi, sedangkan orangtuanya diberi pendampingan agar tetap berpenghasilan tanpa meninggalkan anak mereka.

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Kudus akan Diikutkan JKN, BPJS Kesehatan Sosialisasi ke 12 Komunitas

Baca juga: Bapak yang Hamili Anaknya, Seorang Penyandang Disabilitas Ganda di Blora Terancam 9 Tahun Bui

Baca juga: Sekar Mati Sakit Gigi, Tinggalkan Guntur Sendirian di Kandang Semarang Zoo

Rencanaya, Pemerintah Kota Semarang juga akan menggagas ruang terapi lagi di Kecamatan Pedurungan.

"Kami upayakan di Kecamatan Pedurungan ada biar anak-anak yang rumahnya sana tidak jauh. Kecamatan-kecamatab yang luas diharapkan bisa melakukan penanganan anak-anak berkebutuhan khusus," paparnya.

Camat Semarang Barat, Elly Asmara menambahkan, kecamatan berinovasi untuk mengolaborasikan dan menjalankan operasional ruang terapi secara gratis.

Sejauh ini, tercatat ada 90 anak di Semar Cakep yang menderita celebral palsy. Masyarakat yang hendak ikut terapi bisa mendaftar ke kecamatan.

"Yang mau ikut terapi bisa mendaftar melalui pelayanan kecamatan. Kami menggandeng beberapa rumah sakit untuk melayani terapi secara gratis," ucapnya.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

Menurutnya, ruang terapi yang telah dilengkapi ambulan difabel ini merupakan inovasi yang komprehensif yang diinisiasi Pemkot Semarang.

"Memberikan pendampingan kepada anak-anak ini menjadi tanggungjawab bersama. Ini ide-ide yang luar biasa," ucapnya. (eyf) 

 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved