Berita Jateng

Pemprov Jateng Bantu Petani Gagal Panen karena Banjir, Suwarji: Dulu Jual Motor untuk Tanam Lagi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membantu petani yang mengalami gagal panen di Jateng. Pemprov Jateng cairkan asuransi untuk petani gagal panen

Humas Pemprov Jateng
Petani di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sedang berada di area persawahan yang dipastikan gagal panen, karena terdampak banjir. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di sejumlah daerah di Jateng, juga berdampak pada areal persawahan padi.

Pemprov Jateng di bawah komando Gubernur Ganjar Pranowo tidak tinggal diam. Petani yang sawahnya mengalami kerusakan tanaman atau gagal panen mendapatkan klaim ganti rugi sesuai ketentuan sehingga keberlangsungan usaha tani bisa terjamin.

Kepala Distanbun Provinsi Jateng Supriyanto mengatakan, klaim asuransi tersebut diperoleh karena sebelumnya petani telah terdaftar sebagai peserta Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program AUTP bertujuan memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi kerusakan tanaman padi yang dipertanggungkan baik karena banjir, kekeringan juga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Ia mengatakan, berdasarkan laporan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan hortikultura (BPTPH) Jateng, areal sawah padi yang tergenang banjir seluas 28.344 hektare dengan puso sebanyak 5.615 hektare.

"Dari laporan BPTPH yang tergenang berada di 12 kabupaten, petani yang ikut Program AUTP dan telah mengajukan permohonan klaim kepada PT Jasindo sebagi perusahaan asuransi sebesar 883 hektare, atau setara dengan nilai klaim Rp5.295.780.000 (data ajuan 26 Desember 2022 - 3 Januari 2023)," ujarnya Jumat (20/1/2023).

Supriyanto mengatakan Pemerintah Provinsi Jateng pada tahun 2022 mengalokasikan Program AUTP sebesar 15.000 hektare.

Dari program ini, Pemprov Jateng menanggung 20 persen premi yang harus dibayar petani yang terdaftar pada Program AUTP dari Pusat.

Terkait sisa lahan puso yang belum dicover oleh program AUTP, Kementerian Pertanian memunyai program penyediaan benih bagi petani. Saat ini, Pemprov Jateng tengah menunggu ajuan jumlah bibit yang diperlukan dari pemerintah kabupaten

Target AUTP tersebut, tersebar di 29 kabupaten di Jateng, terutama di wilayah yang berpotensi terjadi bencana terhadap serangan hama atau bencana alam.

Di antaranya, Sragen, Grobogan, Pemalang, Brebes, Kudus, Demak, Kebumen, Purworejo, Blora, Sukoharjo, Klaten dan Wonogiri.

Selain program AUTP dari Pemprov Jateng, pada 2022 juga mendapat target AUTP dari Pusat sebesar 100.000 hektare. Program ini disalurkan melalui Direktorat Pembiayaan Ditjenpiuep Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.

Pada tahun itu, sejak tanggal 21 April - 5 Desember 2022, PT Jasindo selaku perusahaan asuransi, telah membayar ganti rugi klaim sebesar Rp 3.123.780.000,- atau setara dengan 520,63 hektare.

"Ketika terjadi kerusakan tanaman atau terjadi gagal panen, petani peserta asuransi akan diberikan ganti rugi klaim sebesar Rp6.000.000 per hektare per musim tanam," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved