Jumat, 1 Mei 2026

Berita Kudus

Sepekan Bertahan di Rumah Terendam Banjir, Warga Kudus Mulai Diserang Penyakit

Keputusan memilih bertahan di rumah karena ada barang-barang yang harus dijaga. Namun keputusan itu harus dibayar dengan sakit yang diderita Solihatun

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Muhammad Olies
Tribun Muria/Rifqi Ghozali
Salah seorang warga bertahan di rumah meski tergenang banjir di Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (5/1/2023).   

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS – Banjir yang melanda Jati Wetan Kabupaten Kudus terhitung sudah sepekan ini. Sebagian warga telah mengungsi di Balai Desa Jati Wetan, sebagian lainnya masih memilih untuk bertahan di rumah kendati tergenang air.

Salah seorang warga yang memilih bertahan yakni Solihatun (54). Dia bersama suami dan dua anaknya sudah sepekan ini bertahan di rumah tergenang banjir. Genangan air di dalam rumahnya saat ini masih setinggi paha orang dewasa.

Keputusan memilih bertahan di rumah karena ada barang-barang yang harus dijaga. Namun keputusan itu harus dibayar dengan sejumlah keluhan sakit yang kini sudah mulai dialami oleh Solihatun. Dia mengalami gatal-gatal di bagian paha. Akibatnya pahanya mengalami bentol-bentol. Selain dia, suaminya juga mengeluhkan sakit yang sama.

“Di rumah masih ada bagian yang tidak terendam banjir. Sementara bertahan di situ. Kalau anak-anak sudah pada bekerja,” kata Solihatun saat ditemui, Kamis (5/1/2023).

Baca juga: Jati Wetan Kudus Dikepung Banjir, Mukhlis Buat Sampan Untuk Bantu Aktivitas Siswa dan Warga

Baca juga: Iptu Umbaran Wibowo Masih Kapolsek, Serahkan Sembako untuk Dua Lansia Tinggal di Hutan Blora

Baca juga: Jadwal Bioskop Pati Hari Ini, Kamis 5 Januari 2023: Ada 6 Film Pilihan New Star Cineplex

Selain itu, Suhartini (64), mengeluhkan pusing dan dan batuk sejak tiga hari terakhir. Untuk itu, dia datang ke posko Kesehatan yang disediakan oleh PT Pura yang ada di Desa Jati Wetan.

“Datang ke sini biar sembuh pusingnya,” kata Suhartini.

Diketahui PT Pura membuka posko Kesehatan di Dukuh Gendok Desa Jati Wetan sejak Kamis (5/1/2023). Dukuh tersebut satu di antara wilayah terparah terendam banjir. Ketinggian banjir di wilayah tersebut bervariasi. Mulai dari 20 sentimeter, bahkan sampai satu meter.

“Posko ini akan kami buka sampai banjir selesai,” kata petugas medis posko Kesehatan, Untung Hadi Wijoyo.

Sejak dibuka, posko langsung didatangi oleh warga, tidak kurang dari satu jam, sudah ada puluhan warga yang berobat di posko tersebut. Umumnya mereka mengeluhkan gatal-gatal. Mereka yang datang umumnya sudah berusia di atas 50 tahun.

“Terutama kutu air. Juga ada yang mengeluh pusing karena sering kena air,” kata dia.

Sementara itu Camat Jati, Fiza Akbar, mengatakan Desa Jati Wetan merupakan desa yang terdampak banjir paling parah. Genangan banjir sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda surut. Sementara jumlah pengungsi terus bertambah. Ditambah adanya keluhan warga yang mengalami sakit gatal-gatal.

“Kami siapkan tim medis dari Puskesmas dan ada posko kesehatan dan ada posko kesehatan dari PT Pura di lokasi banjir,” kata dia.

Untuk masalah kesehatan yang dialami oleh korban banjir, kata Fiza, pihaknya mengutamakan lansia dan anak-anak karena rentan terserang penyakit.

“Petugas medis dari Puskesmas juga mengevakuasi warga yang sakit untuk dirujuk ke rumah sakit,” tandas Fiza Akbar.

 

 

 

 

 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved