Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Jateng

Transportasi Umum di Jateng Bikin Iri Warganet: Ada Transjateng Jadi Lebih Enak

Sistem pengelolaan transportasi umum di Jateng ternyata membuat iri warganet. Berikan kemudahan kepada masyarakat kelas pekerja, pelajar, veteran

Tayang:
Penulis: Hermawan Endra | Editor: Yayan Isro Roziki
Humas Pemprov Jateng
Peresmian perpanjangan rute Trans Jateng koridor Semarang-Kendal-Weleri, di Terminal Bahurekso, Senin (22/8/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Sistem pengelolaan transportasi umum di Jawa Tengah ternyata membuat iri warganet.

Di antara warganet itu menjadikan pengelolaan transportasi umum di Jawa Tengah sebagi contoh.

Selain menjadi alternatif dalam mengurai kemacetan, pengelolaan transportasi umum melalui Trans Jateng juga memberikan insentif dan kemudahan bagi masyarakat, khususnya kelas pekerja, pelajar/mahasiswa, dan veteran.

Gubernur Jawa Tengah mengatakan moda transportasi umum di Jawa Tengah merupakan salah satu prioritas untuk memberikan layanan yang mudah dan murah kepada masyarakat, khususnya para pekerja, pelajar/mahasiswa, dan veteran.

Manfaat dari layanan moda transportasi umum itu diberikan melalui pengoperasian BRT Trans Jateng.

"Tarif yang sangat murah, yakni Rp4.000 untuk penumpang umum (jauh-dekat) dan Rp2.000 untuk veteran, pelajar/mahasiswa, dan pekerja," kata Ganjar dikutip dari unggahan akun media sosialnya, Selasa (20/12/2022).

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan pengelolaan transportasi umum yang ditangani oleh Pemprov Jateng adalah angkutan antar kota dalam provinsi.

Pengelolaan itu dilakukan dengan memberikan insentif dan kemudahan bagi pemilik atau pengusaha transportasi umum, baik pengaturan rute sampai perizinan.

"Yang kami operasionalkan langsung itu angkutan aglomerasi BRT Trans Jateng. Sudah ada 6 koridor nanti tahun 2023 akan dibuka satu koridor lagi. Busnya milik penyedia layanan, jadi kami beli layanan," kata Henggar.

Enam koridor yang sudah beroperasi antara lain Koridor 1 Bawen (Ungaran)-Tawang (Semarang), Koridor 2 Bulupitu (Purwokerto)-Bukateja (Purbalingga), Koridor 3 Bahurekso (Kendal)-Mangkang (Semarang), Koridor 4 Surakarta-Sragen, Koridor 5 Kutoarjo (Purworejo)-Borobudur (Magelang), dan Koridor 6 Halte Penggaron (Semarang)-Terminal Godong (Grobogan).

Dari enam koridor yang berjalan itu ada 101 armada BRT Trans Jateng yang beroperasi.

Sebanyak 98 armada beroperasi secara normal dan 3 armada sebagai cadangan jika bus yang lain mengalami masalah.

Tahun 2023 ditargetkan akan ada rute baru Surakarta-Wonogiri.

Henggar menjelaskan, pengembangan BRT Trans Jateng terus dilakukan. Salah satunya adalah sistem pembayaran cahsless atau nontunai.

Pembayaran nontunai ini dapat menggunakan tapping kartu, QRIS, atau menggunakan aplikasi Si Anteng yang juga sudah bekerja sama dengan perbankan dan layanan nontunai.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved