Berita Pati
Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, BRI Bekali Pelatihan Cabut Duri Ikan Bandeng
Sejumlah pengurus pondok pesantren dan madrasah di Kabupaten Pati mendapat sosialisasi digitalisasi dan pelatihan kewirausahaan.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA.COM, PATI - Sejumlah pengurus pondok pesantren dan madrasah di Kabupaten Pati mendapat sosialisasi digitalisasi dan pelatihan kewirausahaan.
Hal ini untuk mewujudkan kemandirian madrasah dan pondok pesantren melalui pengembangan kewirausahaan.
Demi mendukung kemandirian dan berkembangnya wirausaha di madrasah dan pesantren tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Pati mengadakan Program Digitalisasi Pendidikan dan Kemandirian 1000 Madrasah dan Pondok Pesantren.
Baca juga: Puluhan Warga Kudus Dapat Pelatihan Keterampilan, Sashie: Jadi Bekal Buat Buka Usaha
Sebanyak sepuluh pengurus pesantren dan madrasah diundang untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Joglo Omah Cabe Pati, Kamis (8/12/2022).
Pemimpin BRI Kanca Pati Muhammad Ridwan menyampaikan, program ini merupakan upaya pemberdayaan digitalisasi dan kemandirian wirausaha di kalangan madrasah dan pondok pesantren.
"Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti ide dan instruksi dari pembimbing wilayah kami di Semarang," ujarnya.
"Acara seperti ini tidak hanya diselenggarakan di Pati, melainkan juga di seluruh kantor cabang wilayah Semarang," kata dia.
Program kemandirian di lingkungan madrasah dan pondok pesantren bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya kewirausahaan.
Dalam hal ini, para pengurus pondok pesantren dan madrasah yang diundang dalam kegiatan hari ini mendapat motivasi kewirausahaan dan pelatihan mencabut duri ikan bandeng.
Sebagaimana diketahui, bandeng merupakan produk perikanan andalan Pati yang berpotensi ekonomi tinggi.
Dalam pelatihan ini, BRI menghadirkan narasumber dari Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Amanah Pati, Muhammad Sugito.
Baca juga: Gelar Pelatihan Jurnalistik, Ketua IJTI Muria Raya: Sajikan Gambar Sesuai Fakta
Ia juga merupakan Kepala Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana.
"(Pelatihan ini) bertujuan agar (peserta dari kalangan pesantren) bisa mengolah bandeng mulai dari bahan baku menjadi bahan yang memiliki nilai tambah dibanding langsung dijual begitu saja," ujar dia.
"Tentu kita berharap agar program semacam ini dapat diteruskan oleh pengurus pondok, siswa, maupun lembaga pendidikan yang lain," kata Ridwan.
Dengan menerapkan program kemandirian atau kewirausahaan ini, pihaknya berharap keahlian mengolah bandeng semakin meluas. Dengan demikian bisa muncul pelaku UMKM baru yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi.