Berita Kudus
Puluhan Warga Kudus Dapat Pelatihan Keterampilan, Sashie: Jadi Bekal Buat Buka Usaha
Puluhan warga mendapatkan 11 pelatihan keterampilan kerajinan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus yang berlangsung hingga 29 November.
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Puluhan warga dari Desa Karangbener, Dersalam, Ngembalrejo, Lau, hingga Mlati Lor, Kabupaten Kudus mendapatkan pelatihan keterampilan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.
Tak tanggung-tanggung, 11 keterampilan diberikan Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kudus, bekerjasama dengan lembaga pelatihan kerja.
Instruktur pelatihan, Sashie Wulandari (40) mengatakan, 11 keterampilan yang dimaksud meliputi, kerajinan dengan memanfaatkan bahan flanel menjadi bros, amplop karakter, tempat permen, bunga hias, celengan karakter, bando, hingga jepit rambut.
Baca juga: Gelar Pelatihan Jurnalistik, Ketua IJTI Muria Raya: Sajikan Gambar Sesuai Fakta
Selain itu, Sashie juga mengedukasi peserta dari kalangan perempuan dengan memanfaatkan kain perca menjadi bantal duduk, souvenir bantal, bantal leher, hingga aneka macam souvenir lainnya.
Kata dia, pelatihan berlangsung selama 17 hari hingga 29 November mendatang.
"Total ada 16 kelas, setiap kelasnya diikuti 16 peserta dengan materi yang sama. Kelas di Mlati Lor ini yang terakhir dengan peserta dari ibu-ibu PKK," terangnya, Jumat (25/11/2022).
Menurut dia, butuh ketelatenan dalam mengedukasi keterampilan kepada warga, utamanya di bidang menjahit karena tidak semua peserta mempunyai basic keterampilan jahit.
Baca juga: Tingkatkan Profesionalitas 85 Dosen, Umku Gelar Pelatihan Pembuatan Buku Ajar dan Ebook
Sashie menyebut, ada beberapa peserta yang memang belajar dari awal.
Sehingga membutuhkan dorong yang kuat dalam mendampingi semua peserta secara maksimal.
"Hasil pelatihan bisa dibawa pulang semua. Sisa bahan juga bisa dibawa pulang untuk belajar lagi. Kami terbuka menerima konsultasi pasca pelatihan," ujarnya.
Lurah Mlati Lor, Muslikhah Arisanti menerangkan, masyarakatnya cukup antusias mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah daerah.
Baik dari kalangan remaja, maupun dewasa.
Baca juga: Pelatihan Kerja DBHCHT Melibatkan Instruktur Profesional
Dia berharap, ke depannya ada tambahan materi keterampilan memasak, membuat baki lamaran, rias pengantin, dan beragam jenis pelatihan lain yang dibutuhkan masyarakatnya.
"Dengan pelatihan ini, masyarakat jadi punya bekal, contohnya bekal menjahit untuk mendirikan usaha konveksi. Semoga tahun depan akan ada berbagai pelatihan lainnya," harap Muslikhah. (Sam)