Berita Blora

Eko Nopita: Dulu Upah Naik Rp 10 Ribu, Alhamdulillah 2023 Naik Rp 100 Ribu

Respons positif muncul dari berbagai kalangan dengan naiknya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Blora tahun 2023.

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Blora untuk menentukan Upah Minimum Kabupaten Blora tahun 2023 di aula Dinperinaker Blora, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Respons positif muncul dari berbagai kalangan dengan naiknya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Blora tahun 2023.

Salah satunya adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Karyawan (Sekar) Perhutani KPH Blora, Eko Nopita.

Ia mengaku senang dengan adanya kenaikan UMK yang sesuai dengan harapannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ganjar Umumkan UMP Jateng 2023 Naik 8,01 Persen

"Tahun 2022 kemarin para pekerja menangis karena naiknya cuma Rp 10 ribu. Alhamdulillah tahun 2023 naik di atas Rp 100 ribu. Kenaikan di Blora ini ya cukup lumayan," ungkap Eko Nopita usai mengikuti rapat dewan pengupahan untuk menentukan UMK Blora tahun 2023, Senin (28/11/2022).

Eko Nopita berharap buruh di kabupaten Blora sejahtera, ekonomi meningkat dan UMK terus bertambah banyak.

"Tahun 2024 mudah-mudahan bisa lebih mendongkrak lagi untuk kenaikan UMK. Paling tidak investasi yang masuk di kita juga bertambah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga bertambah," harap Eko Nopita.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Blora, Abdullah Aminudin juga merespon positif dengan naiknya UMK tahun 2023 ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Blora, Abdullah Aminudin
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Blora, Abdullah Aminudin usai Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Blora untuk menentukan Upah Minimum Kabupaten Blora tahun 2023 di aula Dinperinaker Blora, Senin (28/11/2022).

"Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Ini kebahagiaan kita bersama bagi tenaga kerja di Kabupaten Blora. Kita sepakat mengikuti kenaikan sebesar 7,14 persen. Semoga kenaikan ini perekonomian masyarakat meningkat," terang Abdullah Aminudin.

Pria yang juga PAW DPRD Kabupaten Blora ini menilai, dengan adanya kenaikan UMK sebesar Rp 135.883 dapat menarik investor untuk menanamkan modal.

"Angka upah minimum kabupaten sebesar 2 juta sekian ini merupakan kondisi yang kondusif dan sangat luar biasa, mungkin tidak dimiliki kabupaten lain," beber politisi PKB ini.

Baca juga: Temui Buruh, Ganjar Komitmen Tindaklanjuti Usulan Penyesuaian Upah 2023

"Blora sangat layak untuk mendapatkan investasi. Akses jalan pun juga sudah baik," ujar Abdullah Aminudin.

Pihaknya berharap, keputusan dari hasil rapat bisa diterima oleh seluruh kalangan.

Baik dari pengusaha maupun tenaga kerja sehingga tercipta situasi yang kondisi bagi tenaga kerja.

"Kami berharap teman-teman pekerja bisa bekerja secara maksimal. Sehingga pengusaha dan pekerja saling mendapat keuntungan lebih banyak," harap Abdullah Aminudin.

"Kalau sebagai anggota dewan, mudah-mudahan memberi efek positif bagi warga masyarakat. Sehingga data beli bisa meningkat," pungkas Abdullah Aminudin.

Halaman
12
Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved