Selasa, 7 April 2026

Berita Jateng

Lapak Ganjar Antarkan UMKM Gamelan Sukoharjo Tembus Pasar Mancanegara

UMKM pembuatan gamelan Widodo Laras, asal Jatiteken, Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo mampu tembus pasar mancanegara.

Penulis: Hermawan Endra | Editor: Raka F Pujangga
Lapak Ganjar Antarkan UMKM Gamelan Sukoharjo Tembus Pasar Mancanegara - Pemasaran-UMKM-Kerajinan-Gamelan-Tembus-Pasar-Mancanegara-1.jpg
Istimewa
Lapak Ganjar mengantarkan Pemasaran UMKM Kerajinan Gamelan Tembus Pasar Mancanegara
Lapak Ganjar Antarkan UMKM Gamelan Sukoharjo Tembus Pasar Mancanegara - Pemasaran-UMKM-Kerajinan-Gamelan-Tembus-Pasar-Mancanegara.jpg
Istimewa
Lapak Ganjar mengantarkan Pemasaran UMKM Kerajinan Gamelan Tembus Pasar Mancanegara.
Lapak Ganjar Antarkan UMKM Gamelan Sukoharjo Tembus Pasar Mancanegara - Pemasaran-UMKM-Kerajinan-Gamelan-Tembus-Pasar-Mancanegara-2.jpg
Istimewa
Lapak Ganjar mengantarkan pemasaran UMKM Kerajinan Gamelan tembus Pasar Mancanegara.

TRIBUNMURIA.COM, SUKOHARJO - Program promosi inisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedikitnya telah banyak membantu perkembangan UMKM.

Seperti yang dialami UMKM kerajinan pembuatan gamelan Widodo Laras, asal Jatiteken, Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten SukoharjoJawa Tengah.

Sri Widodo, perajin gamelan Widodo Laras mengaku senang karena foto kerajinan usahanya bisa direpost Lapak Ganjar.

Baca juga: Ekspor Perdana ke Prancis, Sajidan: Dukung Produk UMKM Menuju Ekspor

"Direpost Lapak Ganjar. Setelah itu Widodo Laras semakin terkenal dan banyak pemesanan dari berbagai daerah, sampai ke luar pulau. Sampai ke Kalimantan. Bahkan sampai ke Malaysia, ke India,  ke Kanada juga. Berkat ikut Lapak Ganjar ini," ungkap Widodo, Jumat (11/11/2022).

Dia mengaku, usahanya makin luar biasa maju dan terus berkembang. Bahkan untuk penjualannya mengalami peningkatan lebih dari 70 persen.

"Dulu mungkin satu bulan ada dua kali (pembelian), mungkin masih sedikit. Setelah ikut Lapak Ganjar semakin maju semakin banyak pesanan. Bahkan tiga hari sekali dapat pesanan," tuturnya bangga.

Bahkan, usaha yang diberi nama Widodo Laras itu mendapatkan orderan mengerjakan pesanan dari para penerima bantuan seperangkat gamelan dari Gubernur Jateng.

"Alhamdulillah juga di program Lapak Ganjar ini, saya sudah masuk menggarap bantuan Gubernur. Banyak yang masuk ke sini. Mungkin ada 80 persen," ujarnya bangga.

Berkembangnya usaha kerajinan gamelan usai ikut Lapak Ganjar, juga berdampak pada terbukanya lapangan kerja.

Baca juga: Tahan Setahun Lebih, Sate Ambal Khas Kebumen Tembus Pasar Mancanegara setelah Ikut Lapak Ganjar

Dia mengajak tetangga dan saudara untuk mengerjakan pembuatan gamelan. Total saat ini, ada tujuh orang karyawan.

"Itu sangat membantu saudara, tetangga dan orang-orang terdekat. Total karyawan saat ini baru tujuh orang," jelasnya.

Widodo Laras Gamelan memproduksi alat kesenian Jawa dari bahan besi pencu Kuningan, kuningan,  dan perunggu.

Bahan dasarnya timah dan tembaga.

Dia menyebutnya'gasa'. Yaitu tiga sedasa. Maksudnya, dari 10 kilo tembaga, dan 3 kilo timah dicampur jadi satu, menjadi instrumen, dan menjadi alat musik yang sempurna luar biasa serta memiliki suara yang nyaring.

Usahanya kerap menggarap pesanan gamelan Jawa.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved