Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

Berkunjung Ke Blora, Dirjen Hortikultura Cek Ketersediaan Beras di Daerah

Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prihasto Setyanto melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blora.

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Raka F Pujangga
Dok. Humas Prokopim Blora
Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI Prihasto Setyanto bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati saat diskusi di kantor Dinas P4 Kabupaten Blora 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prihasto Setyanto melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blora, pada Selasa (8/11/2022). 

Kedatangan Dirjen Holtikultura dengan jajarannya disambut oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati bersama dengan Kepala DP4 Blora Gundala Wejasena. 

Diskusi antara Dirjen dengan Wakil Bupati Blora dan DP4 Blora mengawali agenda, dilanjut meninjau potensi holtikultura kampung buah yang ada di Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kab. Blora.

Baca juga: Sektor Pertanian Dikucuri Anggaran Rp 2 Miliar, Edy: Atasi Dampak Kenaikan BBM di Jepara

“Pak Menteri Pertanian menugaskan kami untuk terjun ke lapangan untuk melihat ketersediaan stok beras di daerah, kita ingin melihat sekarang yang di Blora seperti apa," ucap Prihasto Setyanto

Kedatangannya di beberapa daerah, salah satunya Blora ini untuk mengetahui ketersediaan sekaligus kondisi harga gabah yang ada.

“Bulan Oktober kemarin harga gabah kering panen dan harga gabah kering giling meningkat, bahkan peningkatannya mencapai 17 persen dibanding tahun 2021," terang Prihasto Setyanto

"Kemarin per bulan Oktober, padahal data statistik menunjukan bahwa produksi kita meningkat,” tambah Prihasto Setyanto. 

Baca juga: Harga Beras di Kabupaten Semarang Naik, Produksi Padi Menurun Akibat Terserang Hama

Sebelumnya, Dirjen Holtikultura sempat melakukan kunjungan serupa ke berbagai daerah sekitar, seperti halnya Kabupaten Pati dan Rembang.

“Saya kemarin dari Pati dari Rembang semuanya surplus, ketahanan pangan cukup stabil,” ujar Prihasto Setyanto

Berdasarkan data, sampai Oktober kemarin ada kelebihan beras 6,6 juta ton secara nasional. 

Dari struktur tersebut 49,3 persen ada pada rumah tangga, 21,7 persen ada di penggilingan, 12,5 persen ada di pedagang, 10 persen ada di bulog, 5 persen di hotel, restoran dan catering, 0,7 persen ada di pasar induk beras.

“kekuatan kita sebetulnya ada di rumah tangga, memang inilah yang kita ingin melihat, jadi kemarin beberapa desa kita masukin, rumah di desa yang kategori miskin begitu masuk mereka punya gabah, ternyata kekuatan kita disitu,” papar Prihasto Setyanto. 

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah UPT III Blora Hari Ini, Cabai Merah Turun Beras Mengalami Kenaikan

Sementara itu, Kepala DP4 Blora Gundala Wejasena, mengungkapkan ketersediaan gabah maupun beras di Blora dalam kondisi aman.

“Bapak Dirjen ditugasi Bapak Menteri untuk memantau kondisi stok beras dan gabah di Blora, Alhamdulillah, keberadaan gabah atau beras di Kabupaten Blora ini cukup,” terangnya. 

Setelah diskusi selesai dilakukan, rombongan kemudian meninjau Kampung Buah yang ada di Desa Tunjungan, Kab. Blora

Dirjen pada kesempatan tersebut turut memberikan masukan dan saran agar pengembangan tanaman buah di Blora bisa berjalan dengan baik. (kim) 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved